Produk Lokal Bisa Gantikan Produk Impor

Produk Lokal Bisa Gantikan Produk ImporMenteri Kemenkop UKM, Teten Masduki (kelima kiri), membuka Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (14/3)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
16 Maret 2020 07:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) meyakini dampak virus Corona yang menganggu kegiatan niaga akan segera hilang. Di sisi lain momen ini juga bisa menjadi peluang bagi UMK, untuk mengganti barang impor.

Menteri Kemenkop UKM, Teten Masduki mengatakan ada situasi tertentu yang membuat pemerintah harus memitigasi. Kondisi ini dikatakannya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Teten Korona mengatakan hal ini tidak boleh diabaikan, pemerintah harus memitigasi. Tidak bisa dianggap enteng. Setiap pihak haru mencegah, masyarakat  juga diajak hidup sehat menghindari berabgai kemungkinan. Namun, ia juga meyakini kondisi akan segera pulih.

“Dalam waktu dekat akan pulih, kita yakini. Ada situasi membuat harus dikelola dengan baik, direncanakan dengan baik. Tetapi, saya kira market masih terbuka lebar. Khusus UMKM sebenarnya ada peluang juga, karena impor bahan sayu, buah, termasuk bahan baku industri kan bisa disubtitusi dari UMKM,” kata Teten seusai membuka Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020, di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (14/3).

 

JIFFINA 2020

Terkait dengan potensi furnitur di Indonesia, Teten menuturkan Presiden telah menetapkan mebel menjadi produk unggulan ekspor. Meskipun, kata dia, kontribusnya masih kecil, sekitar 2% dari pasar dunia. “Ini tantangan kita semua, untuk menangkap peluang ekspor yang masih besar. Perkembangan begitu cepat, kalau kita tidak mengikuti market dunia baik bahan, desain kita bisa kalah kompetisi,” ucapnya.

Kendala yang masih dihadapi pelaku usaha saat ini adalah bahan baku dan sumber daya manusia (SDM). Sementara itu, untuk pembiayaan saat ini mudah.  Meski mendorong untuk pertumbuhan industri furnitur yang pesat, dia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk memerhatikan lingkungan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan ekspor furniture di Indonesia hingga November 2019 mencapai US$1,7 miliar [Rp25,08 miliar]. Dibandingkan dengan 2018, angka ini naik sebesar 12,6%.

Menurut dia, JIFFINA 2020 yang mengusung tema Serve the World with the Unique Diversity of the Eco Lifestyle mempunyai makna yang luar biasa. “Semua IKM furnitur harus mulai memproduksi furnitur dengan lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, yang membacakan sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan di era disrupsi inovasi saat ini, para desainer, kreator, produsen hingga marketing hendaknya bersinergi tidak hanya mengandalkan kerja individual.

Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo mengharapkan dukungan semua pihak. Pameran serupa akan diadakan di daerah-daerah lain, JIFFINA 2020 akan diadakan mulai Sabtu (14/3)–Selasa (17/3).