Raenald Sitompul: Pemuda Harus Berpikir Kritis pada Informasi Digital
Wasekbid PB HMI Raenald Arzan Sitompul mengajak mahasiswa memperkuat literasi digital dan mengisi ruang siber dengan gagasan kritis serta edukatif.
Ilustrasi peragaan busana./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA - Diprediksi akan terjadi sejumlah tren yang akan mengubah kebiasaan dan gaya hidup, termasuk di dunia fesyen dan mode, jelang normal baru (new normal).
Menurut perancang busana Musa Widyatmojo, mencoba pakaian sebelum dibeli (fitting) dan bilik ganti (fitiing room) di butik atau mal, hingga pergelaran busana (fashion show) akan menjadi berbeda di fase normal baru ini.
"Misalnya seperti di departement store, kita biasanya fitting (sebelum beli pakaian). Sekarang new normal-nya adalah tidak ada lagi fitting room. Customer tidak boleh mencoba baju karena bisa saja menjadi sarana (penularan) virus," kata Musa dalam siaran IG Live bersama Caren Delano, Minggu (14/6/2020) malam.
Sebagai informasi, membeli pakaian tanpa fitting sendiri sudah mulai diterapkan di sejumlah butik di New York, Amerika Serikat. Opsi ini kemudian dialihkan menjadi "window shopping" melalui platform digital.
Lebih lanjut, selain mengubah kebiasaan konsumen, hal ini tentu mendorong pelaku bisnis fesyen untuk lebih kreatif dan beradaptasi dengan cepat agar dapat bersaing di industri ini.
"Jadi, brand akan membuat standar yang lebih bagus. Mau tidak mau kita [produsen] harus ciptakan sesuatu dengan sistem dan standar baru dan kuat. Itu jadi tantangan tentang apa yang kita lakukan sebagai retailer maupun pembuat koleksi," ujar Musa.
Selain membeli pakaian tanpa fitting, pergelaran busana (fashion show) secara virtual pun diprediksi akan mulai diperkenalkan dan dilakukan oleh rumah-rumah mode dunia.
Menurut desainer yang sudah 30 tahun berkecimpung di dunia fesyen Tanah Air itu, fashion show virtual merupakan perubahan yang tak terelakkan menyusul dampak dari pandemi Covid-19 ini.
Ia berharap, fashion show virtual dapat mengembalikan esensi dari perhelatan tersebut; yakni untuk memperkenalkan produk, brand, dan mempererat hubungan bisnis antara produsen dan klien (konsumen).
"Itu penyesuaian yang harus terjadi. Melakukan fashion show juga harus sesuai kemampuan brand, bukan hanya sebagai social event, melainkan business [fesyen itu sendiri]," ujar Musa melanjutkan.
Sejumlah fashion show virtual pun akan segera dihelat. Beberapa di antaranya adalah Hermes yang akan berpartisipasi dalam Paris Men Fashion Week (5/7/2020), dan Gucci melalui Milan Fashion Week Digital (17/7/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wasekbid PB HMI Raenald Arzan Sitompul mengajak mahasiswa memperkuat literasi digital dan mengisi ruang siber dengan gagasan kritis serta edukatif.
PSN Papua Selatan diproyeksikan menyerap hingga 15.000 tenaga kerja pada 2029. Pemprov fokus mendorong rekrutmen masyarakat lokal dan peningkatan SDM.
Kemenhaj mengkaji biaya jasa pendorong kursi roda jamaah haji lansia dan disabilitas masuk BPIH guna meningkatkan layanan haji yang lebih inklusif.
Seorang pengunjung Pantai Drini, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, meninggal dunia setelah mengalami kejang dan henti napas di area parkir pada Minggu (31/5/2
Danantara segera mengumumkan pengurus PT DSI pekan depan. Seleksi SDM, pengembangan teknologi, dan masa transisi ekspor SDA terus dipersiapkan.
Bobby Nasution mengungkap Stadion Teladan Medan belum memenuhi syarat menjadi venue Piala AFF U-19 2026 karena infrastruktur pendukung belum rampung.