Kasus Mafia Tanah, KPK Tak Geledah Ruang Menteri ATR BPN Nusron Wahid
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
E-INOBUS, bus listrik buatan PT INKA (Persero) kerja sama dengan Tron-E dari Taiwan dan Piala Mas dari Malang saat dilakukan uji di jalan umum di area Madiun dan di jalan tol Madiun-Caruban, Oktober 2020. - Antara/Humas INKA
Harianjogja.com, JAKARTA—Produsen kereta api terintegrasi, PT INKA (Persero) siap uji coba prototipe bus listrik. Bus berukuran medium ini dinamai E-INOBUS.
Uji coba akan dilakukan di jalan umum di Madiun dan di jalan tol Madiun-Caruban. Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan uji coba dilakukan untuk menguji performansi bus listrik E-INOBUS sebelum dilakukan produksi secara massal.
"Produk ini merupakan kerja sama PT INKA (Persero) dengan Tron-E dari Taiwan sebagai mitra komponen "drive train" dan baterai bus serta Piala Mas dari Malang sebagai mitra pembuatan bodi bus listrik," ujar Budi Noviantoro dalam keterangannya yang diterima di Madiun, Selasa (21/10/2020).
Menurut dia, sebelumnya INKA telah melakukan uji landasan terhadap E-INOBUS pada tanggal 13 Agustus 2020 dan telah lulus uji dengan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) kendaraan bermotor pada tanggal 10 September 2020 di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) yang berlokasi di Cibitung, Jawa Barat.
"Dalam waktu dekat PT INKA [Persero] berencana memasarkan produk bus listrik E-INOBUS untuk area dalam negeri seperti PT Transjakarta dan untuk area luar negeri seperti Democratic Republik of the Congo [DRC] yang juga tertarik dan telah mencoba produk ini pekan lalu," katanya.
Ia menjelaskan, E-INOBUS tersebut cocok digunakan untuk angkutan massal di kota-kota besar yang menerapkan smart city atau kota pintar. Sebab, selain ramah lingkungan, bus listrik bertenaga baterai itu tidak menimbulkan gas buang yang membuat polusi udara.
Selain itu, bus listrik tersebut diketahui lebih memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan bus bertenaga diesel umumnya. Yakni, lebih irit dan pemeliharaannya lebih efisien.
16 Penumpang
Sesuai data, E-INOBUS memiliki panjang 8,1 meter dan lebar sekitar dua meter dengan kapasitas 16 penumpang. Untuk pengisian daya, diperlukan waktu selama tiga hingga empat jam dengan jarak tempuh sekali charging atau pengisian daya mencapai 200 kilometer.
Tingkat kebisingan pada bus listrik tersebut juga jauh lebih baik, yakni rata–rata sebesar 71 dB. Sedangkan bus tenaga diesel rata–rata kebisingannya sebesar 85 dB.
"Tingkat kecepatan maksimal bus ini mencapai 90 kilometer per jam. Dan tentu saja lebih hemat bahan bakar hingga 58 persen dibandingkan bus diesel," kata dia.
Hal itu dibuktikan dengan pemakaian listrik E-INOBUS dari hasil uji lintas dalam kota dan luar kota (tol) dengan total jarak 122 kilometer. Pihaknya berharap E-INOBUS dapat diterima pasar sehingga bisa diproduksi massal dan memenuhi kebutuhan transportasi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.