RSUD Saras Adyatma Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di BCE 2026
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
Suasan Pasar Ramadan Hyatt. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Bulan Ramadan kali ini terasa kembali ramai dan meriah. Begitulah yang terasa di Pasar Ramadan Hyatt, di Merapi Garden, Hyatt Regency Yogyakarta.
Kemeriahan suasana berbuka puasa bersama kembali terdengar dari para tamu yang datang bersama keluarga, teman-teman, bahkan komunitasnya. Pasar Ramadhan tetap diselenggarakan dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku.
Mengusung tema pasar malam yang ceria dan semarak, Hyatt menyulap The Residence dan Merapi Garden menjadi tempat festival makanan dan kesenian di alam terbuka, dibalut dengan dekorasi rustic yang cantik. Konsep outdoor memang kini menjadi pilihan utama, terutama di era pandemi ini, dimana masyarakat lebih selektif memilih kualitas makanan dan lokasi di tempat udara terbuka yang luas.
Ditambah dengan pepohonan dan pemandangan lapangan golf yang sejuk, suasana asri ini menambah kenikmatan bagi para tamu yang datang. Menariknya di Pasar Ramadhan dari tahun ke tahunnya adalah Ngabuburit Workshop.
Digital Marketing Manager Hyatt Regency Yogyakarta menjelaskan tahun ini, para tamu dapat mencoba belajar bermain golf dengan teknik dasar putting di lapangan golf Hyatt Regency Yogyakarta, dipandu oleh golf team Hyatt yang berpengalaman.
“Dengan ini, Hyatt ingin mengenalkan golf kepada kalangan yang lebih luas lagi, terutama anak-anak muda. Ngabuburit Golf Workshop ini gratis, setiap hari Rabu dan Kamis jam 16.00 - 17.30 WIB,” katanya dalam rilis yang diterima Kamis (22/4/2021).
Ia menambahkan pasar Ramadan juga berkolaborasi dengan komunitas seni dan UMKM lokal untuk menghadirkan pameran lukisan, kerajinan kulit, koleksi aksesoris motor antik, dan pakaian eco-printing yang ramah lingkungan. Istimewanya dari festival kesenian ini, Hyatt menghadirkan Pak Kirman, seniman siluet dan karikatur terkenal yang telah membuat karya untuk banyak tokoh nasional, seperti Sri Sultan HB X, Gibran Rakabuming, sampai Presiden Joko Widodo.
“Khusus di Pasar Ramadan, para tamu dapat langsung datang dan mencoba dibuatkan potret siluetnya. Adapun makanan berbuka puasa favorit tamu kembali hadir, Kambing Guling dan Tengkleng Arab. Berbagai hidangan dari Nusantara dan Internasional pun turut memeriahkan, seperti Chicken Shawarma, Mie Kocok Bandung, Pan-fried Snapper, Nasi Goreng Kecombrang, Martabak, Aneka Ta’jil dan Desserts,” katanya.
Menurutnya Angkringan Hyatt yang akhir-akhir ini terkenal di Jogja juga bergabung dengan hidangan khasnya, aneka sate, gorengan, rebusan dan wedangan. Pasar Ramadhan berlangsung dari tanggal 13 April – 12 Mei 2021.
“Seluruh paket ini dapat dinikmati seharga Rp 150,000 ++ / pax, dan diskon 50% berlaku untuk anak-anak dibawah 12 tahun. Setiap pemesanan 10 orang mendapatkan tambahan gratis untuk 1 orang. Untuk info dan pemesanan dapat menghubungi 0274 –869123 atau 081578120000 dan follow Instagram Hyatt di @hyattregencyyogya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
CEO JPMorgan Jamie Dimon peringatkan bank soal ancaman AI Mythos yang bisa bobol perusahaan tanpa kendali. ACI gaet 40+ perusahaan lindungi infrastruktur kritis
Pendaftaran TKA SMA 2026 gratis hingga 27 September. Cek hal yang harus diperhatikan sekolah dan murid, mulai dari data peserta hingga pilihan mata pelajaran.
Kebakaran lahan di Gunung Gede Pangrango seluas 1 hektare berhasil dipadamkan. Pendakian ditutup sementara 7-11 Agustus 2026, refund difasilitasi BBTNGGP.
OpenAI memperlambat sebagian pengembangan AI Astra setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan keamanan sibernya berpotensi mencapai level Critical. Pengamana
Burnout dapat membuat seseorang lebih mudah marah dan impulsif di media sosial. Psikolog Ratih Ibrahim mengingatkan burnout bukan alasan untuk merugikan orang l