Ini Rahasia Sukses Berbisnis dari Dapur Rumah

Ini Rahasia Sukses Berbisnis dari Dapur RumahBisnis ayam Geprek GG - JIBI/Bisnis.com
07 Juli 2021 21:07 WIB Dewi Andriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Memulai bisnis kuliner saat ini tidak lagi membutuhkan modal dan tempat yang besar atau harus berada di lokasi strategi. Hanya dari dapur rumah, seseorang sudah bisa mengembangkan bisnis kulinernya.

Konsep yang disebut sebagai ghost kitchen tersebut makin naik daun terutama sejak hadirnya teknologi yang memudahkan layanan pesan antar makanan melalui ojek online. Salah satu pelaku usaha yang sukses mengembangkan bisnisnya dari dapur rumah adalah Adhitya pemilik Ayam Geprek Dapur GG.

Hanya dengan bermodal Rp1 juta, Adhit dan sang istri mencoba memulai bisnisnya pada 2016 lalu dengan memanfaatkan garasi rumahnya yang berada di salah satu gang di wilayah Bandung. 

Mereka lantas mencoba bereksperimen membuat berbagai menu bumbu geprek dengan aneka sambal khas nusantara, mulai dari sambal matah, sambal penyet, sambal goang, sambal angus, sambal membara, dan sambal korek.

Menariknya, Ayam Geprek Dapur GG dijual dengan menggunakan bowl dan ayam tanpa tulang sehingga lebih memudahkan konsumen saat menyantap. Apalagi sebagian besar konsumennya adalah orang kantoran yang ingin menikmati makan siang dengan cara yang simple.

Dalam memasarkan produknya, semula Adhitya hanya mengandalkan dirinya sendiri dengan menawarkan produknya melalui pesan whatsapp atau BBM, kemudian jika ada pesanan dia yang mengantarkannya sendiri menggunakan sepeda motor.

“Awalnya memang happy tetapi lama kelamaan badan remuk juga maka saya berpikir bagaimana caranya agar lebih praktis. Lalu saya mengenal layanan ojek online dan saya rasakan betul manfaatnya, menjual lebih simple dan orderan terus berdatangan,” tuturnya.

Diakui olehnya sejak bergabung menjadi mitra layanan ojek online, penjualan Ayam Geprek Dapur GG terus meningkat, terlebih banyak program promo yang dapat dia ikuti. Dari sana saja dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per hari

Dari situ, Adhitya dapat membuktikan bahwa kios kecil yang berada di dalam gang pun dapat bertumbuh pesat hanya dengan memanfaatkan peluang digital. Bahkan Ayam Geprek Dapur GG dapat menjangkau konsumen lebih luas, tidak hanya di daerah pusat kota, tapi juga ke kawasan pinggiran kota.

“Saya juga pernah menerima pesanan dari wilayah utara Bandung di Lembang juga dari Kopi, wilayah Timur dari Bandung. Ini menunjukan bahwa konsumen memiliki keinginan mencoba menu Dapur GG meskipun jaraknya cukup jauh dari domisili,” ucapnya.

Perkembangan ini membawa optimisme baginya dan tim Dapur GG untuk mengembangkan bisnis lebih jauh lagi. Selain rutin mengikuti promo, dia juga aktif menggunakan layanan GrabAds dari GrabFood sehingga membuat lebih banyak konsumen Grab yang melihat Dapur GG di platform tersebut.

Sebagai UMKM, Ayam Geprek Dapur GG tidak terlalu mengandalkan strategi iklan di media sosial karena anggaran yang masih terbatas. Untuk itulah dia fokus pada strateginya dengan membuat konten bernama “Bagi-Bagi Ayam Geprek”.

Dalam program tersebut, Dapur GG bermitra dengan para micro-influencer yang nantinya akan memberikan respon-respon organik setelah menikmati menu dari Dapur GG. Dengan adanya Dapur GG di GrabFood, Adhitya juga mendapatkan pelanggan baru di GrabFood yang berasal dari pengikut media sosialnya yang melihat konten Bagi-Bagi Ayam Geprek.

Beberapa pilihan konsumennya di GrabFood juga didorong oleh berbagai promosi menarik Dapur GG, mulai dari ongkos kirim dan diskon di platform GrabFood.

Dengan menggabungkan strategi media sosialnya dengan GrabAds, Dapur GG dapat meningkatkan visibilitas brand nya secara digital. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi yang meningkat lima kali lipat dan Dapur GG mampu mempekerjakan lebih banyak pekerja.

Di tengah pandemi, Adhitya bahkan membuka dua gerai baru di Antapani dan Cihampelas yang menjangkau lebih banyak konsumen di wilayah Bandung. Dapur GG membuka satu gerai baru di Jalan Kalimantan dengan nilai dan lokasi yang strategis, tidak lama sebelum pandemi melanda.

Kondisi ini telah membuat Dapur GG lebih fokus pada strategi digital dengan meningkatkan variasi menu dan menambahkan menu tambahan seperti makanan ringan dan hidangan penutup yang ternyata mampu meningkatkan ukuran keranjang belanja secara signifikan.

Setelah bisnisnya berjalan beberapa tahun, Dapur GG tidak berhenti berinovasi dalam menghadirkan kreativitas pada bisnisnya untuk terus melayani konsumennya. Mereka pun berkreasi dengan sambal yang disajikan, mengikuti tren yang diinginkan oleh konsumen.

Pihaknya juga menyediakan paket makanan dengan Thai Tea misalnya, untuk meningkatkan penjualan minuman. Atau membuat menu bundle untuk pesanan grup, dan ternyata mendapatkan respons positif dari konsumen kami.

Sumber : JIBI/Bisnis.com