Penciptaan Inklusi Keuangan melalui Sentra Vaksinasi di Bantul

Penciptaan Inklusi Keuangan melalui Sentra Vaksinasi di BantulKegiatan vaksinasi Self-Regulatory Organization (SRO) , Selasa (26/10/2021). - Ist
30 Oktober 2021 20:37 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL--PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal, didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY, menggelar kegiatan vaksinasi pada Selasa (26/10/2021).

Kegiatan corporate social responsibility (CSR), masih dalam rangkaian 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia (HUT ke-44 pasar modal Indonesia) dan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK). SRO mendukung pelaksanaan sentra vaksin Dosis 2 di Kapanewon Kretek dan Dlingo, dengan sasaran sebanyak 4.500 dosis vaksin yang diikuti dengan Program penciptaan inklusi keuangan melalui sentra vaksinasi.

Direktur KSEI sekaligus Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia, Syafruddin menegaskan bahwa SRO akan terus berupaya untuk mengalokasikan dana tersebut untuk kegiatan yang tepat sasaran. “Dana yang terkumpul untuk CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia selalu kami pastikan untuk digunakan secara tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan, baik dari bentuk kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan, pihak penerima serta pihak-pihak yang tepat,” ucap Syafruddin.

Syafruddin menambahkan, berdasarkan rencana kegiatan yang telah direncanakan hingga akhir Oktober 2021, total dana yang sudah digunakan mencapai Rp15,95 Miliar untuk berbagai bentuk kegiatan antara lain berupa pelaksanaan vaksinasi sebanyak 230.000 dosis di 91 lokasi yang tersebar di 14 kota dan kabupaten, kegiatan donor darah yang telah berhasil mengumpulkan sekitar 9.500 kantong darah, santunan kepada 131 ahli waris tenaga kesehatan, dan pemberian makan siang rutin kepada 325 tenaga pemakaman umum.

Kegiatan juga dilaksanakan dalam bentuk dukungan penyediaan alat-alat kesehatan seperti tabung oksigen dan oksigen konsentrator ke rumah sakit dan puskesmas, termasuk juga ambulan darat dan laut. Secara khusus, bantuan juga telah disalurkan melalui Pusat Analisis Determinan Kesehatan (PADK), Kementerian Kesehatan dalam bentuk oksigen konsentrator dan oximeter senilai hampir Rp2 miliar.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta, Irfan Noor Riza sangat mengapresiasi diselenggarakannya sentra Vaksinasi Dosis 2 di Kapanewon Kretek dan Dlingo, yang bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan. Inklusi keuangan ini juga memiliki peranan penting dan strategis sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

“Inklusi Keuangan untuk semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa, adalah tema Bulan Inklusi Keuangan tahun ini. Sangat pas sekali momentumnya setelah masyarakat tervaksin dengan lengkap sampai dosis kedua, diharapkan tercipta herd immunity dan inklusi keuangan dapat menjadi salah satu pendorong bangkitnya ekonomi bangsa,” kata Irfan.