Terlibat Kasus Haji Ilegal, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Foto ilustrasi orang kaya menyimpan uang di bank./JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics atau Core Indonesia menilai terdapat kecenderungan orang-orang berpenghasilan tinggi atau orang kaya lebih memilih menyimpan dananya di bank konvensional daripada syariah. Masyarakat cenderung rasional dalam menentukan strategi finansialnya.
Ekonom Core Indonesia Ebi Junaedi menjelaskan berdasarkan riset Bank Indonesia, jumlah penabung rasional sangat besar. Mereka akan membandingkan berapa potensi pendapatan melalui bunga atau bagi hasil antara bank konvensional dan syariah, kemudian memilih yang tertinggi.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab adanya jarak antara jumlah rekening dan dana pihak ketiga di perbankan syariah terhadap total industri perbankan secara nasional. Ebi menilai masyarakat berpenghasilan tinggi cenderung lebih memilih bank konvensional.
"Total jumlah rekening bank syariah itu 40,5 juta, konvensional 310 juta. Rekening bank syariah itu 12 persen dari total rekening perbankan tetap share-nya hanya 6,4 persen, berarti orang rata-rata jumlah tabungan di bank syariah lebih kecil daripada di bank konvensional," ujar Ebi belum lama ini.
Menurutnya, orang-orang kaya akan menentukan strategi pengelolaan keuangan yang ketat agar asetnya dapat terus berkembang. Oleh karena itu, tawaran bunga bank konvensional yang cukup tinggi membuatnya lebih menarik daripada bank syariah.
Ebi menyatakan penilaian itu terlepas dari latar belakang atau preferensi kepercayaan seseorang terhadap bank syariah. Tetapi, dari kacamata pelaksanaan bisnis, bank syariah memang memiliki sejumlah tantangan sehingga penawaran imbal hasilnya relatif lebih rendah.
"Return bank syariah belum competitive dan kepastiannya belum setinggi bank konvensional. Ada isu pula service [terhadap nasabah] belum apple-to-apple [dengan bank konvensional]. Hal tersebut perlu menjadi catatan," ujar Ebi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.