OVO Terus Berupaya Genjot Demokratisasi UMKM

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Rabu, 09 Maret 2022 10:27 WIB
OVO Terus Berupaya Genjot Demokratisasi UMKM

Tangkapan layar saat Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah atas) berfoto bersama sejumlah narasumber Kuliah Umum dan Diskusi Panel Digitalisasi UMKM: Daya Dorong Ekosistem Digital & Demokratisasi Ekonomi Indonesia, Selasa (8/3/2022)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, JOGJA—Demokratisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus didorong agar UMKM bisa lebih optimal menembus pasar digital.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra memaparkan bahwa di lapangan ada gap ekonomi yang terjadi tidak hanya antara si kaya dan si miskin, tetapi juga antara usaha besar dan usaha kecil.

Menurut dia, setidaknya ada empat hal yang membuat terjadinya kesenjangan tersebut. Pertama, akses distribusi yang masih mahal, sulit diakses oleh pengusaha kecil; kedua, customer traffic terkait dengan lokasi di mana banyak akses masyarakat dan sepi; ketiga, marketing, usaha besar rata-rata lebih aware; dan keempat yaitu program budget atau cashback, usaha kecil rata-rata sulit memberikan cashback.

Adanya perkembangan digital, termasuk OVO, kata dia, turut membantu menghilangkan gap tersebut. “Hadirnya Grab, kemudian OVO membantu akses distribusi, visibilitas jadi sama, marketing lebih mudah. Termasuk adanya cashback,” ujar Karaniya dalam Kuliah Umum dan Diskusi Panel Digitalisasi UMKM: Daya Dorong Ekosistem Digital & Demokratisasi Ekonomi Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Bergabungnya UMKM dalam ekosistem digital OVO, kata dia, membawa berbagai peluang. Dalam survei yang dilakukan Center of Reform on Economics (Core) Indonesia bersama OVO terhadap 2.001 pelaku UMKM mitra OVO ditemukan bahwa mereka mencatat peningkatan pendapatan bulanan hingga 27% dan pendapatan harian mencapai 30%.

“Itu artinya ada potensi besar ekosistem digital dalam mendorong demokratisasi ekonomi nasional di sektor UMKM. Saat ini, OVO sudah memiliki lebih dari 1,3 juta merchant yang terhubung dengan standar kode QR Nasional [QRIS]. Sebanyak 95 persen lebih di antaranya merupakan UMKM,” ujar Karaniya.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menambahkan, setelah terdampak pandemi Covid-19, Indonesia perlahan mulai menunjukan perbaikan pemulihan ekonomi. “Gas dan rem dilakukan untuk menghadapi pandemi ini. Hingga saat ini terus menunjukan pertumbuhan ekonomi,” ucap Airlangga.

Pemerintah, kata dia, sejak awal sudah sangat mendukung digitalisasi, salah satunya diwujudkan dengan program kartu prakerja yang memberi berbagai pelatihan dan insentif kepada peserta.

Berdasarkan data yang ada Perkembangan Nilai Ekonomi Internet Indonesia di ASEAN menunjukan pertumbuhan yang luar biasa. Pada 2019 yaitu sebesar US$40 miliar, kemudian tumbuh pada 2020 menjadi US$47 miliar, dan pada 2021 tumbuh signifikan menjadi US$70 miliar. “Di 2025 diproyeksi mencapai US$146 miliar. Indonesia adalah negara digital yang memiliki potensi besar,” ujarnya.

Keniscayaan

Wakil Rektor Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Prof. Bambang Agus Kironoto mengapresiasi langkah OVO yang turut ambil bagian dalam digitalisasi UMKM. Dikatakan Agus, digitalisasi suatu hal yang tidak bisa dihindari.

“Saat ini aktivitas masyarakat sangat banyak yang mengandalkan teknologi informasi. Digitalisasi, dengan tekfin, payment gateway, memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan secara daring, mendorong literasi dan inklusi,” ucap Bambang.

Ekonom senior sekaligus pendiri Core Indonesia, Hendri Saparini menambahkan, digitalisasi telah menyelamatkan Indonesia selama pandemi serta menciptakan peluang untuk tumbuh lebih inklusif. Di tengah terbatasnya mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19, konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional. “Pada 2021, konsumsi rumah tangga hanya bisa bertumbuh sebesar 2,02 persen, masih di bawah capaian sebelum pandemi yakni sebesar lima persen,” kata dia.

Pasar Terbesar

Sebagai contoh nyata manfaat digitalisasi bagi UMKM, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi memaparkan bagaimana ekosistem Grab dan OVO telah menjadi penggerak utama transformasi digital kepada jutaan UMKM dan mitra, yang setelah bergabung dengan Grab dan OVO, mulai dapat mengakses pasar digital.

“Kami percaya melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan soft-skill, serta didukung jaringan ekosistem Grab yang luas, para pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas mereka untuk berkembang dan bersaing di era ekonomi digital. Dengan bekal keterampilan digital, kami berharap para mitra UMKM dapat membangun ketahanan bisnis yang baik serta mendapatkan peluang pendapatan baru berkat akses ke pasar yang lebih luas,” ujar Neneng.

Dekan FEB UGM, Prof. Didi Achjari menjelaskan Indonesia adalah pasar terbesar transaksi online di Asia Tenggara, hal tersebut disebabkan oleh tingginya penggunaan telepon seluler dan generasi millenial yang cerdas dan akrab di dunia digital. Selain itu, semakin banyaknya keterlibatan pengusaha atau UMKM dalam perdagangan daring, investasi dalam perdagangan daring serta dukungan kebijakan pemerintah.

“Era digital menumbuhkan dan memeratakan ekonomi Jawa dan non-Jawa. Saat ini kita dapat melihat bagaimana seorang Ibu Rumah Tangga tetap bisa mendapat penghasilan walau hanya di rumah berkat platform digital. Untuk itu, sumber daya manusia [SDM] menjadi sangat krusial agar masyarakat dan UKM Indonesia mendapatkan manfaat maksimal dari hadirnya berbagai perusahaan teknologi. Kurikulum UGM terus beradaptasi agar dapat mencetak SDM-SDM untuk menjadi pelaku di era digital,” ucap Didi.

Untuk meningkatkan kompetensi serta pemahamanan mahasiswa terkait perkembangan ekonomi digital, OVO kembali meluncurkan Fintech Academy sebagai upaya peningkatan kualitas SDM, mendorong literasi keuangan digital di Indonesia. Bermitra dengan UGM, inisiatif ini merupakan upaya OVO sebagai pelaku industri digital untuk merealisasikan visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terkuat di Asia Tenggara, untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang kompeten dan siap menjadi ujung tombak bergeraknya roda ekonomi digital Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online