Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juli 2026, 24 Karat Rp2,275 Juta
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Puteri Indonesia 2020, Ayuma Maulida Puteri memperkenalkan jamu modern ready to drink Mustika Ratu di ajang pameran UMKM MotoGP Mandalika 2022.
Harianjogja.com, JAKARTA - Puteri Indonesia 2020, Ayuma Maulida Puteri memperkenalkan jamu modern ready to drink Mustika Ratu di ajang pameran UMKM MotoGP Mandalika 2022.
Ayuma Maulida Puteri, merupakan Puteri Indonesia yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang jamu maupun produk unggulan UMKM, selain itu kemampuan dan pengalamanya tetang budaya dan pariwisata Indonesia sudah sangat menguasai.
Dengan kehadiran Puteri Indonesia, diharapkan tamu tamu dari mancanegara bisa mengenal lebih banyak tentang Indonesia, tidak hanya pariwisata tetapi juga Jamu sebagai produk minuman kesehatan khas Indonesia dan juga produk unggulan dari UMKM lainnya.
“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Menkop dan UKM yang telah mempercayakan saya untuk memperkenalkan Jamu RTD dari Mustika Ratu sebagai minuman khas Indonesia serta produk unggulan UMKM di event international MotoGP, semoga produk produk unggulan bangsa Indonesia dapat diterima di dunia internasional, “ujar Puteri Indonesia 2020, Ayuma Maulida Putri.
Sejumlah UMKM Indonesia menjadi tuan rumah lomba balap MotoGP yang bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 18-20 Maret 2022 di sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Event international lomba balap MotoGP ini merupakan pertama kali diselenggarakan di Indonesia, sehingga menjadi kesempatan untuk menampilkan produk unggulan khas Indonesia, salah satunya adalah jamu.
“ Melalui event MotoGP, Jamu Modern dan UMKM Indonesia harus menunjukkan potensinya di kancah internasional, dan dapat menjadi sarana perluasan produksi, menjaring investasi, serta pengembangan produk yang berkualitas yang dapat mendorong dan menggerakan perekonomian Indonesia, khususnya di NTB,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki usai membuka pameran di tenda non kuliner milik Kementerian Koperasi dan UKM.
Produk kuliner yang hadir berjumah 85% berasal dari wilayah NTB dan 15% dari wilayah lainnya, salah satunya adalah Jamu Ready to Drink (RTD) dari Mustika Ratu, yaitu minuman sehat segar dan berkhasiat dengan 3 varian rasa, Gula Asam, Kunir Asam dan Beras Kencur. Hal ini dilakukan karena Kemenkop-UKM ingin mengutamakan kuliner lokal dari NTB dan jamu sebagai produk khas Indonesia kepada para pengunjung MotoGP Mandalika.
Presiden Direktur MRAT, Bingar Egidius Situmorang mengatakan Jamu RTD merupakan Jamu inovatif dengan Ultra High Technoogy (UHT) pertama di Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi atas kepercayaan dan dukungan dari Kementarian Koperasi dan UKM yang mengedapankan produk produk asli Indonesia. Ini jelas menjadi momentum membanggakan Jamu RTD Mustika Ratu dipercaya menjadi salah satu baverage jamu di event international,” ujarnya.
MRAT berharap, Jamu RTD Mustika Ratu tidak hanya sebagai pendukung acara tetapi juga mendukung seluruh penonton dan tim racing selalu sehat dan berada dalam kondisi terbaik dengan minum Jamu dan Jamu dapat go international.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.