Advertisement
Capai Peningkatan Laba 17,67%, SBI Buktikan Resiliensi dari Inovasi dan Keberlanjutan
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). - Istimewa
Advertisement
JAKARTA—PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mengumumkan Laporan Keuangan Tahun 2022 (diaudit) dengan ringkasan sebagai berikut:
*Dalam miliar Rupiah kecuali volume penjualan Advertisement
| 31 Desember 2022 | 31 Desember 2021 |
Volume Penjualan Semen dan Terak (ribu ton)
| 13.139 | 13.452 |
Pendapatan | 12.262 | 11.218 |
Laba Kotor | 2.932 | 2.853 |
EBITDA | 2.285 | 2.402 |
Laba Sebelum Pajak Penghasilan | 1.170 | 1.087 |
Laba Bersih Tahun Berjalan | 839 | 713 |
Kinerja Tahun 2022
Beroperasi dalam kondisi pasar yang terkontraksi dan tingginya biaya energi serta kenaikan harga bahan baku pada tahun 2022, SBI mampu mempertahankan kinerja positif berkat sinergi dengan induk usahanya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). SBI mencatatkan kenaikan Pendapatan sebesar 9,3% menjadi Rp12,26 triliun dan peningkatan Laba Bersih sebesar 17,67% menjadi Rp839 miliar jika dibandingkan tahun 2021.
Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo mengatakan, “Ketatnya persaingan pasar dan kenaikan harga-harga terutama bahan bakar, adalah bagian tak terhindarkan dari tantangan berat yang dialami industri semen. Namun konsistensi kinerja positif yang kami capai, merupakan bukti resiliensi dari upaya-upaya optimalisasi sumber daya serta inovasi di berbagai lini.”
Lilik juga menerangkan bahwa kinerja positif ini juga mendapat kontribusi dari penurunan beban bunga sebesar 38% sebagai dampak dari restrukturisasi pinjaman sindikasi dengan melakukan percepatan pembayaran. SBI juga memiliki potensi efisiensi dari fasilitas pinjaman terkait pembangunan berkelanjutan atau Sustainability Linked Loan, yang mendukung SBI dalam percepatan inisiatif dekarbonisasi menuju green industry serta memberikan bunga lebih rendah dari pinjaman konvensional.
Menutup Tahun dengan Emas
Efisiensi dan inovasi yang dilakukan SBI tak lepas dari konsistensi penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan pada setiap mata rantai operasional dan proses bisnis Perseroan. Pada penghujung tahun 2022, Pabrik SBI di Cilacap, Jawa Tengah berhasil meraih Peringkat Emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Tahun 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Penghargaan ini merupakan yang ketujuh kalinya berhasil dicapai oleh Pabrik Cilacap. Selain itu, ketiga pabrik SBI lainnya yang berlokasi di Narogong (Jawa Barat), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) berhasil meraih PROPER Hijau. Keempat pabrik milik SBI tersebut juga meraih Penghargaan Industri Hijau Tahun 2022 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Menurut Lilik Unggul Raharjo, SBI memiliki road map untuk mencapai target-target keberlanjutan yang berfokus pada efisiensi energi dari manajemen energi, dan percepatan pencapaian target penurunan emisi karbon melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif termasuk refuse-derived fuel (RDF), inisiasi proyek solar panel di Pabrik Tuban, dan hydrogen injection project di 2023 untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi karbon, sejalan dengan target penurunan emisi karbon yang menjadi komitmen pemerintah. SBI juga melakukan optimalisasi digitalisasi untuk peningkatan efisiensi di pabrik.
Proyeksi Bisnis Tahun 2023
Meski pertumbuhan ekonomi global masih dalam tren melambat, namun beberapa aspek mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 tetap kuat seperti naiknya konsumsi rumah tangga seiring mobilitas masyarakat pascapenghapusan kebijakan PPKM, aktivitas perayaan Hari Besar Keagamaan, serta berlanjutnya agenda pembangunan.
Lilik berpendapat bahwa jika tantangan menjadi hal yang tak tehindarkan, maka SBI memilih menciptakan peluang. “Mereka yang saat ini ingin memiliki hunian, pengguna jalan, memiliki kepedulian pada keberlanjutan. Ini adalah peluang kami. Di SBI, kami memperkuat inovasi berbasis prinsip-prinsip keberlanjutan, untuk menciptakan solusi-solusi pembangunan yang berdaya tahan dan ramah lingkungan. Resiliensi bukan hanya manfaat untuk bisnis, tapi juga nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Lilik.
Selain solusi-solusi berkelanjutan, SBI juga berupaya menciptakan peluang melalui proyek pengembangan dermaga dan sarana produksi semen di Tuban yang merupakan salah satu realisasi kerja sama strategis antara SBI dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Proyek pengembangan dermaga yang direncanakan untuk mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 500 ribu ton semen per tahun ini, akan melengkapi kemampuan Perseroan untuk memperluas jangkauan pasar ekspor dalam sinergi bersama SIG dan TCC.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Konflik Timur Tengah Mereda, Wall Street Kompak Parkir di Zona Hijau
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Advertisement
Efisiensi Anggaran, Ini Pesan Sultan HB X untuk ASN Bantul
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Rangkaian Poin Penting dari Peresmian Pabrik Listrik di Magelang
- Harga Kedelai Naik Perajin Tempe Dorong Produksi Kedelai Lokal
- Prabowo Gagas Pusat Avtur dari Sawit dan Jelantah
- Guru Besar UMY: Defisit APBN Melebar Kebijakan BBM Masuk Zona Risiko
- OJK DIY Soroti Kesenjangan Literasi dan Akses Keuangan Syariah
- Harga Minyak Dunia Turun, Dampak ke BBM dan APBN Terasa
- Harga Emas Hari Ini Anjlok, UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun
Advertisement
Advertisement







