Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Suasana ramai di Pasar Beringharjo, Selasa (25/4/2023). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Omset penjualan di Pasar Beringharjo pada momen Lebaran tahun ini turun sekitar 30-40 persen dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pasar Beringharjo Barat, Ahmad Zainul Bintoro.
Meski menurutnya lebih sepi, berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Selasa (25/4/2023) Pasar Beringharjo nampak sesak oleh pengunjung. Menurutnya penjualan yang turun drastis adalah pakaian batik.
"Ya mungkin 30-40 persen [penurunan] dibandingkan tahun 2022. Setelah Lebaran baru mulai ramai di tanggal 23 April 2023. Jualan kami bergantung pada pengunjung dari luar kota," ucapnya.
Ia menyampaikan awalnya diperkirakan omset penjualan tahun ini setidaknya sama dengan tahun lalu. Namun kenyataannya justru turun meski sudah tidak pandemi Covid-19 lagi. Bahkan, kata Bintoro, pedagang sudah melebihkan kulakan untuk mengantisipasi lonjakan.
Baca juga: Liburan, Ini Rekomendasi 2 Tempat Wisata Baru di Jogja yang Bisa Anda Kunjungi
Sebab, pada puasa kemarin jumlah penjualan juga tidak terlalu ramai. Sehingga pedagang menduga akan lebih ramai di saat lebaran.
"Tapi alhamdulillah meski sepi tapi pengunjungnya banyak. Saya kira 2022 itu malah ramai, gak tahu ada unsur apa. Apakah memang ekonomi secara global, atau kemampuan konsumen [beli] berkurang," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan Lebaran tahun ini juga tidak lebih ramai dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Kayanya lebih ramai Nataru kemarin, menurut saya loh," kata Bintoro.
Dia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menggiatkan dalam memberikan informasi terkait wisata Jogja. Sehingga wisatawan di Jogja bisa meningkat.
"Karena kami pasarnya pasar wisata. Tanpa kunjungan wisata pasar kita sepi. Sehingga info-info baik dibutuhkan agar pasar dikunjungi wisatawan luar kota," lanjutnya.
Salah satu pengunjung Yuni, 27 mengatakan berbelanja ke Pasar Beringharjo untuk membeli batik. Sekalian berwisata ke Malioboro bersama keluarga. "Iya ngisi liburan bersama keluarga," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harga BBM dunia melonjak akibat konflik Iran, permintaan mobil listrik di Eropa naik drastis dan ubah pasar otomotif global.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.