Kunjungan Wisata ke Jogja Harus Membawa Manfaat bagi Warga Sekitar
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Stand Roti Ropi di Pameran FHI di Jakarta International Expo (JIEXPO)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Roti Kopi atau yang biasa disebut Roti Ropi turut berpartisipasi dalam Pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) yang digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) mulai 25-28 Juli 2023. Ajang tahunan ini menjadi wadah pertemuan bisnis dan pameran dagang internasional.
Di ajang FHI, stan Roti Ropi berada di Hall C3 JIEXPO, Kemayoran. Untuk informasi lebih lengkap bisa diakses melalui web rotiropi.com.
Founder Roti Ropi, Ahmad Reza Kurnia Rahman mengatakan dalam pameran ini Roti Ropi menawarkan usaha makloon adonan. Jadi buat para pengusaha bakery tidak perlu repot-repot membayar baker, tinggal pesan dan akan dikirim dalam bentuk frozen. "Cukup datang ke kami seperti apa spesifikasi yang dimau, nanti dari Roti Ropi akan memberikan penawaran dan diberikan sampel produk," ucapnya, Selasa (25/7/2023).
Biasanya, kata Reza, toko roti membuat adonan sendiri, sehingga biaya operasionalnya tinggi. Selain itu juga harus keluar ongkos biaya perawatan alat, dan lainnya. "Dengan beli adonan frozen di kami tinggal beli adonan jadi lebih efisien. Sehingga gak harus gaji baker, artinya akan lebih simpel," jelasnya.
BACA JUGA: Roti Kopi Tawarkan Franchise Gratis untuk Kurnia Meiga
Menurutnya dalam pemeran ini antusiasme masyarakat cukup baik. Pengunjung dari berbagai daerah seperti Bangka, dan lainnya serta ada juga dari Jogja. "Mereka yang enggak mau ribet dan repot, resto mau nambah menu roti bisa kontak ke kami, adonan mau seperti apa kami kirim frozen. Harapannya bisa kenalkan branding tentang frozen itu, jadi adonan frozen belum banyak yang tahu. Sesimpel itu bisa punya toko roti gak harus dari nol," ucap dia.
Event Director FHI 2023, Juanita Soerakoesoemah mengatakan sustainability menjadi pendekatan yang dapat diaplikasikan dalam setiap tindakan usaha untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif.
"Sesuai dengan tema tahun ini Counteract the Environmental Impact Through Sustainability Towards the Global Market, ajang FHI 2023 didedikasikan sebagai pameran yang sadar akan dampak lingkungan di masa depan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.