Tarif Tunggal Diterapkan di Merak-Bakauheni demi Kelancaran Mudik 2026
ASDP berlakukan tarif tunggal Merak-Bakauheni selama Lebaran 2026. Tiket eksekutif ditiadakan dan harga diskon 51persen demi kelancaran arus mudik.
Petugas merapikan pupuk bersubsidi./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal 2024 gencar memberikan tambahan perlindungan sosial (perlinsos), bukan hanya BLT, juga subsidi pupuk senilai Rp14 triliun.
Lantas, dari mana sumber dana tersebut? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan urgensi pemberian tambahan subsidi ini karena telah memasuki musim tanam.
Adapun, alokasi anggaran subsidi pupuk pada 2024 tercatat senilai Rp26,6 triliun. “Kemarin dengan dana yang ada Rp26 triliun itu hanya mencakup 5,7 juta petani dan kita harus menambah 2,5 juta petani dan subsidi pupuk tidak boleh lambat, sehingga Bapak Presiden sepakat untuk menyetujui ditambahkan subsidi Rp14 triliun,” katanya di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (5/2/2024).
Meski juga dilontarkan pertanyaan terkait dengan sumber anggaran bantuan langsung tunai (BLT) Rawan Pangan Rp600.000 untuk tiga bulan pertama 2024, Airlangga hanya menjawab sumber tambahan untuk subsidi pupuk. “Nanti itu teknisnya ada macam-macam cara, Bu Menkeu akan menyelesaikan, salah satunya automatic adjustment,” katanya.
Diketahui, Jokowi kembali menerapkan blokir anggaran melalui automatic adjustment kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp50,4 triliun pada 2024 dengan alasan kondisi geopolitik.
Pasalnya, kebijakan automatic adjustment merupakan salah satu metode untuk merespons dinamika global yang telah terbukti ampuh menjaga ketahanan APBN pada 2022 dan 2023.
Nantinya, stok pupuk tersebut terdiri dari dua jenis yaitu urea dan NPK sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 10/2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.
BACA JUGA: Bansos di Musim Pemilu, Presiden Jokowi: Sudah lewat Persetujuan DPR
Mengutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi pada 2022. Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina. Kementerian Pertanian mencatat konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada petani di Indonesia.
Sebanyak 5 pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. Alhasil, kapal pengangkut bahan pupuk masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.