Masyarakat Jangan Mudah Termakan Hoaks di Era Banjir Informasi
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
Hotel Kotta Go - ist
JOGJA—Ramadan 2024 kembali berkesan, terutama di sektor industri pariwisata dan perhotelan di Kota Jogja. Salah satu Hotel di tengah Kota Jogja, Hotel Kotta GO Yogyakarta turut memeriahkan Ramadan 2024 dengan mempersembahkan sajian penggugah selera untuk berbuka puasa dengan konsep nusantara yang menghangatkan hati.
Marketing Communication Hotel Kotta GO Yogyakarta, Rivan Sodiq Jagatnoto menjelaskan bahwa hidangan berbuka puasa di Hotel Kotta GO Yogyakarta akan mengusung konsep all you can eat buffet (prasmanan) yang akan ditata dengan kurang lebih total 50 jajaran item menu khas nusantara yang lezat. Dengan hanya merogoh kocek 99 ribu rupiah untuk harga regular, dan promo early bird 89.000 rupiah untuk para Kottalites (sebutan untuk tamu Hotel Kotta GO Yogyakarta) yang mereservasi sebelum tanggal 9 Maret 2024.
BACA JUGA: Gunungan Oleh-Oleh Setinggi 11 Meter di Malioboro Pecahkan Rekor Muri
“Mengusung konsep bertajuk Ketupat Ramadan, Hotel Kotta GO Yogyakarta berharap dapat membawa kembali kesan Ramadan yang kental dengan citra Nusantara kepada para Kottalites (sebutan untuk tamu Hotel Kotta GO Yogyakarta). Sejumlah ragam sajian khas nusantara yang telah disiapkan, di antaranya Ikan Sambal Dabu-dabu, Gulai Ayam, Ikan Bakar Spesial, Kolak Pisang, Sup Ayam Klaten, Soto Mie Bogor, dan masih banyak lagi. Setiap pemesanan 10 Pax, para Kottalites akan mendapatkan gratis 1 Pax,” ujar Rivan, selaku Marketing Communication dari Hotel Kotta GO Yogyakarta, seperti dalam keterangan tertulis Selasa (5/3/2024).
“Promo Ketupat Ramadan: Iftar Buffet All You Can Eat bisa dinikmati setiap hari, mulai pukul 17.30 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB di Piyama Café, Hotel Kotta GO Yogyakarta” kata Rivan, selaku Marketing Communication dari Kotta GO Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.