Advertisement
Ini Pekerjaan Rumah Pariwisata DIY Menurut BI DIY
Teras Malioboro 2 segera direlokasi pada 2024. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut masih ada beberapa pekerjaan rumah sektor pariwisata di DIY yang harus diselesaikan bersama-sama.
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto mengatakan pekerjaan rumah yang pertama adalah length of stay atau lama tinggal wisatawan yang belum di atas 2 malam. Menurutnya perlu ada destinasi yang bisa menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama. Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul menjadi salah satu pilihan.
Advertisement
Pekerjaan rumah kedua adalah meningkatkan belanja dari wisatawan. Perlu ada salah satu lokasi di DIY untuk di branding sehingga bisa menarik wisatawan berbasis kualitas. "Misalnya di Bali ada Ubud, kalau di Jogja mungkin di satu lokasi tertentu harus kuat branding-nya," ucapnya.
Dia menjelaskan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) punya strategi 3A2P terdiri dari 3A yakni Akses, Atraksi, dan Amenitas. Serta 2P yakni Promosi dan Pelaku Pariwisata. Menurutnya untuk 3A DIY sudah bagus, sementara untuk 2P dibutuhkan orang-orang yang tidak hanya berkecimpung di dunia pariwisata, namun juga punya visi.
Selanjutnya mendorong masyarakat luar DIY untuk berkunjung ke event-event di Jogja. Ia menyebut, terkait event di DIY tidak kurang-kurang, pilihan tersedia banyak sekali. "Kalau bisa orang luar Jogja, kalau orang Jogja asli sudah banyak."
Pengetatan Anggaran
Pemerintah saat ini sedang melakukan pengetatan anggaran perjalanan dinas. Menurutnya ini menjadi tantangan, oleh karena itu kebijakan BI mulai tahun ini dan tahun depan sifatnya lebih longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut pengetatan anggaran atau fiskal tidak hanya terjadi di Indonesia, namun semua negara. Kondisi ekonomi di 2024 dan 2025 secara global cukup menantang, termasuk dari sisi fiskal. "Poin pentingnya adalah setiap periode itu ada tantangannya, setiap waktu yang kita hadapi tidak mudah," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Wahyu Wikan Trispratiwi membenarkan jika pemangkasan anggaran perjalanan dinas pemerintah berdampak pada reservasi kamar dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Dampak dari kebijakan tersebut mulai terasa, beberapa anggota PHRI DIY khususnya hotel bintang 4 lapor terjadi pembatalan kamar dan ruang meeting pada November dan Desember 2024 yang sudah dibooking pemerintah khususnya kementerian. "Rata-rata hotel bintang 4 yang fasilitas meetingnya banyak," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







