Analis Mata Uang Sebut Pelemahan Rupiah karena Sentimen Domestik

Newswire
Newswire Kamis, 02 Januari 2025 18:17 WIB
Analis Mata Uang Sebut Pelemahan Rupiah karena Sentimen Domestik

Ilustrasi uang rupiah - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika  (AS) mengalami pelemahan akibat sentimen domestik. Hal ini diungkapkan Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong.

“Rupiah melemah oleh sentimen domestik yang masih lemah. inflasi yoy (year on year) Indonesia juga kembali turun, mengisyaratkan permintaan yang masih lemah,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (2/1/2024).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi tahunan mencapai sebesar 1,57 persen (yoy) pada Desember 2024.

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2024 yang tercatat 1,55 persen, tetapi masih lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan Desember 2023 yang mencapai 2,61 persen.

BACA JUGA: MK Hapus Aturan Ambang Batas Pencalonan Presiden 20 Persen, Semua Parpol di DPR Kini Bisa Usung Calon

Selain itu, Rupiah juga tertekan data manufaktur China yang dirilis pagi ini, mencapai 50,5 atau lebih rendah dari perkiraan 51,7.

Namun, Rupiah disebut sempat rebound karena pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait dengan defisit anggaran 2024 yang lebih rendah dari perkiraan.

“Sebelumnya, defisit anggaran diperkirakan akan berada di 2,7 persen, namun Sri Mulyani mengatakan defisit ternyata jauh di bawah itu tanpa memberikan angka spesifik, jika melihat defisit hingga bulan November adalah 1,81 persen. Defisit anggaran adalah salah satu yang menjadi kekuatiran investor saat ini. Defisit yang lebih kecil memberikan sedikit kelegaan,” ungkap Lukman.

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada penutupan perdagangan hari ini melemah 66 poin atau 0,41 persen menjadi Rp16.198 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.132 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis turut melemah ke level Rp16.236 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.157 per dolar AS.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online