Okupansi Hotel di DIY Turun 5-10 Persen, PHRI Soroti Persaingan Akomodasi
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat sepanjang periode Februari 2024 sampai Februari 2025 terjadi tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 34.950 orang.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan berdasarkan struktur ketenagakerjaan DIY Februari 2025 dari total penduduk 3,04 juta orang sebanyak 2,24 juta orang merupakan angkatan kerja. Sisanya 798.200 orang bukan angkatan kerja.
Menurutnya angkatan kerja pada Februari 2025 mengalami peningkatan sekitar 34.820 orang. Sebaliknya bukan angkatan kerja mengalami penurnan 9.840 orang. Dari 2,24 juta orang angkatan kerja, 2,17 juta orang tercatat sebagai penduduk yang bekerja.
"Artinya sepanjang periode Februari 2024-Februari 2025 terjadi tambahan penyerapan tenaga kerja 34,95 ribu orang kenaikan selama 1 tahun," ucapnya, Senin (5/5/2025).
Herum menjelaskan sisanya 71.190 orang tercatat sebagai penganggur. Jumlah penganggur turun sekitar 140 orang dari total penduduk yang bekerja 2,17 juta orang. Apabila dilihat berdasarkan jam kerja, pekerja penuh waktu sebanyak 1,46 juta orang atau 67,17%, meningkat 2,92 persen poin. Pekerja penuh waktu minimal bekerja 35 jam per minggu.
Kemudian pekerja paruh waktu atau kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain 577.520 orang, turun 4,10 persen poin. Lalu setengah penganggur atau bekerja kurang dari 35 jam seminggu, dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan sekitar 134.520 orang atau 6,20%, naik 1,19 persen poin.
Lebih lanjut dia mengatakan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Februari 2023- Februari 2025, jika dilihat dari Februari ke Februari, 2025 ada di posisi 73,73% meningkat dari Februari 2024 dan Februari 2023.
"Pada Februari 2025 TPAK perempuan naik 1,39 persen poin dibanding Februari 2024, sedangkan laki-laki turun dibanding perempuan pada Februari 2025 64,92% sementara tahun lalu 63,53%," jelasnya.
Dia menjelaskan untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) DIY pada Februari 2025 sebesar 3,18 terjadi penurunan dibandingkan Februari 2024 sebesar 3,24. Berdasarkan jenis kelamin TPT untuk laki-laku Februari 2025 sebesar 3,05, turun dibandingkan Februari 2024 yang mencapai 3,18.
Sedangkan TPT perempuan terjadi sedikit kenaikan dari 3,31 pada Februari 2024 menjadi 3,34. Kemudian TPT dilihat berdasarkan wilayah pedesaan dan perkotaan, pada Februari 2025 perkotaan mengalami penurunan dari 3,45 pada Februari 2024 menjadi 3,36. Pedesaan dari 2,65 menjadi 2,62.
"TPT di perkotaan DIY memang selalu lebih tinggi karena kompetisi kerja yang lebih tinggi dan kualifikasi dan standar pekerjaan di perkotaan juga lebih tinggi," tuturnya.
Tiga sektor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di DIY adalah sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sementara penduduk yang bekerja pada kegiatan formal sebesar 47,12% dan informal 52,88%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.