Advertisement

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan II 2025 Sesuai Proyeksi

Anisatul Umah
Kamis, 07 Agustus 2025 - 01:47 WIB
Jumali
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan II 2025 Sesuai Proyeksi Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi global - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekonomi DIY tumbuh 5,49% (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2025, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,12% yoy.

Hal ini dinilai oleh Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo sudah sesuai dengan prediksi. Bahkan, Sri Suilo menilai angka capaiannya jauh lebih tinggi dari perkiraan awal 5%.

Advertisement

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan II 2025 Melesat

Sementara untuk nasional menurutnya cukup mengejutkan karena banyak kalangan baik lembaga dunia, ekonom daerah dan nasional memproyeksikan sedikit di bawah 5%. Meski demikian terlepas dari mengejutkan atau yang lain menurutnya angka capaian dari BPS ini perlu dihargai.

"Kalau untuk DIY sudah diprediksi di atas 5%, jadi sudah sesuai, terlepas naiknya lebih," ucapnya, Rabu (6/8/2025).

Ia mencoba menarik ke belakang apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2025. Dampak lebaran Idulfitri sebagian masih dirasakan di triwulan II 2025, banyaknya libur panjang, dan beberapa anggaran pemerintah sudah mulai dilonggarkan.

Anggaran pemerintah yang mulai dilonggarkan menurutnya mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu dia juga memperkirakan realisasi investasi sudah mulai bergerak karena kondisi politik dalam negeri sudah mulai normal pasca Pilpres.

Lalu kenaikan tarif ekspor ke AS juga ditunda sehingga ekspor berjalan seperti biasanya. "Kombinasi ini dugaan saya bisa mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%," tuturnya.

Lebih lanjut dia memproyeksikan tren pertumbuhan ekonomi di DIY masih akan positif yakni di atas 5% hingga akhir tahun. Namun di triwulan III ini tidak ada momentum besar yang mengungkit pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah mencoba mendorong dengan libur nasional di 18 Agustus, ini upaya untuk daya ungkit dari sisi konsumsi masyarakat," jelasnya. (**) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai

Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai

Gunungkidul
| Kamis, 26 Maret 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement