Advertisement
Wisatawan Asal Malaysia Sumbang 35,82 Persen Jumlah Turis Asing ke DIY pada Juni 2025
Pesawat Malaysia Airlines / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) pada Juni 2025. Sebanyak 10.424 Wisman berkunjung ke DIY pada bulan tersebut, naik 7,47 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), dan naik 28,15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan secara kumulatif jumlah kunjungan Wisman sepanjang Januari-Juni 2025 justru turun 15,53 persen dibanding periode yang sama 2024.
Advertisement
Dia menjelaskan jika dilihat secara kebangsaan, Wisman asal Malaysia menjadi penyumbang kunjungan terbanyak ke DIY sebesar 35,82 persen dari total Wisman. Disusul Singapura 17,38 persen dan Amerika Serikat (AS) 3,37 persen.
BACA JUGA: Deklarasi 50 Tahun Kerja Sama Indonesia-Peru Ditandatangani
"Secara kawasan, Asean menjadi wilayah penyumbang terbesar kunjungan Wisman ke DIY, 69,72 persen dari total kunjungan mancanegara pada Juni 2025," kata Herum.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto memperkirakan kunjungan Wisman ke DIY pada Agustus 2025 akan lebih baik dari Juli 2025, sekitar 30%-40%, sebab Agustus 2025 ini adalah puncak kunjungan Wisman.
Selain karena puncak kunjungan, di bulan ini juga banyak event nasional yang digelar di DIY. Ini mendorong kunjungan Agustus 2025 menjadi lebih baik dari Juli 2025.
Namun secara tahunan, pada Agustus 2025 diperkirakan masih akan lebih tinggi tahun sebelumnya. Salah satu faktornya adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang tidak bisa diprediksikan. Membuat orang berpikir ulang untuk bepergian, sampai kondisi benar-benar aman.
"Kalau seperti Thailand dan Kamboja gak terlalu impact karena segera bisa termitigasi dan tidak terlihat meluas, kalau Timur Tengah cukup complicated ini yang agak sedikit berisiko," jelasnya, Senin (11/8/2025).
Lebih lanjut Bobby mengatakan kunjungan Wisman pada September 2025 akan berangsur-angsur turun, setelah melewati puncaknya di Agustus 2025, khususnya Wisman dari Eropa. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tebing Tanjakan Clongop Longsor Lagi, Akses Gunungkidul-Klaten Putus
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
Advertisement
Advertisement





