Bupati Nonaktif Pati Sudewa Divonis 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat "Road to Harbolnas 2025" di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9/2025). ANTARA/Bayu Saputra.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan transaksi penjualan selama Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 dapat mencapai Rp35 triliun. Target itu meningkat 12,2 persen dibanding capaian Harbolnas 2024 yang mencatat transaksi Rp31,2 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap ajang ini dapat mendorong penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat kampanye penggunaan produk dalam negeri melalui platform niaga elektronik (e-commerce).
BACA JUGA: Inidia Cara Belanja Di Blibli.com
"Tahun kemarin saya apresiasi karena dari (transaksi) Rp31 triliun, lebih dari 30 persen produk adalah buatan Indonesia. Harapannya, tahun ini bisa lebih tinggi lagi dan targetnya tahun ini antara Rp33 triliun sampai dengan Rp35 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers Road to Harbolnas 2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9/2025)
Pelaksanaan Harbolnas 2025 akan digelar pada 10-16 Desember 2025. "Oleh karena itu, pipeline Indonesia harus kuat. Pipeline itu mulai dari UMKM-nya, kemudian dari infrastrukturnya dan dari konsumennya yang mengerti ataupun beli barang-barang (produk) Indonesia saja," ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto menambahkan Harbolnas kini bukan hanya sekadar ajang diskon, melainkan simbol transformasi ekonomi digital nasional.
"Harbolnas juga sekarang sudah menjadi wujud nyata dari kolaborasi sinergis antara berbagai pemangku kepentingan seperti dari pemerintah, dari industri, para pelaku usaha dalam menggerakkan perekonomian Indonesia menuju era digital yang inklusif dan berlanjutan," kata dia.
Hilmi menerangkan sebagai persiapan, idEA akan menggelar rangkaian roadshow nasional dari September hingga Desember 2025 untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Selain itu, idEA juga akan menyelenggarakan bazar offline sebagai jembatan antara UMKM dengan konsumen guna memperkuat kepercayaan terhadap produk lokal.
"Di tengah era digital yang semakin kompetitif, kami mengetahui tantangan situasi ekonomi digital pada saat ini tidak dapat diatasi hanya dari satu pihak saja, melainkan seluruh pihak yang terlibat, pelaku e-commerce yang terus berinovasi dengan teknologi, pelaku usaha yang terus meningkatkan kualitas maupun inovasi dari produk-produknya, serta yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan daya beli dari masyarakat sendiri," terangnya.
Adapun pada Harbolnas 2024, nilai transaksi tercatat mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibanding 2023 yang sebesar Rp25,7 triliun. Penjualan produk lokal juga meningkat 31 persen, dari Rp12,3 triliun pada 2023 menjadi Rp16,1 triliun pada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.
Yusril Ihza Mahendra mendorong reformasi UU Tipikor untuk membedakan risiko bisnis dengan korupsi dan menyelaraskan aturan dengan standar UNCAC.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.