Disdikpora DIY Susun SOP Pencegahan Kekerasan di Sekolah, Ditarget Rampung 3 Bulan
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Sejumlah pembeli sedang memilih model emas perhiasan. Dok. Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada September 2025 DIY mengalami inflasi 0,15% secara bulanan (month-to-month/mtm). Kelompok utama penyumbang inflasi September 2025 secara bulanan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, mengalami inflasi sebesar 0,98% dengan andil 0,07% dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,21% dengan andil 0,06%.
Komoditas pendorong inflasi September 2025 di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,10%, emas perhiasan 0,07%, cabai merah 0,05%, buncis 0,03%, disusul telur ayam ras, bayam, kontrak rumah, beras, ikan lele, dan cabai hijau masing-masing 0,01%.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan kenaikan daging ayam ras disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari peternak, serta naiknya harga pakan ternak di tengah pemenuhan permintaan masyarakat.
Sementara kenaikan harga emas dipengaruhi harga emas global seiring ketidakpastian global yang tercermin dari meningkatnya Global Risk Index dan Geopolitical Risk Index.
"Kondisi tersebut berdampak pada tingginya permintaan konsumen untuk komoditas emas sebagai aset safe-haven," ucapnya.
Dia menjelaskan inflasi September 2025 utamanya tertahan oleh penurunan harga bawang merah dan tomat dengan andil deflasi masing-masing 0,08% dan 0,05% secara bulanan.
Penurunan harga bawang merah sebagai komoditas andil deflasi terbesar disebabkan oleh pasokan bawang merah yang melimpah dari Kabupaten Bantul di tengah masuknya pasokan dari Kota Bima dan Kabupaten Demak.
"Di tengah permintaan yang melemah," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi kontribusi aktif berbagai pihak yang telah membangun sinergi dan kolaborasi.
BI memperkirakan inflasi DIY tahun 2025 tetap terjaga pada kisaran target 2,5% plus minus 1% (year-on-year/yoy). Capaian ini ditopang oleh upaya TPID DIY dalam kerangka 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) DIY 2025.
Di antaranya pelaksanaan operasi pasar/pasar murah yang diperkuat dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli, kampanye belanja bijak, dan penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik antar provinsi maupun intra provinsi.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan strategis serta maraknya berbagai gerakan sosial masyarakat yang bertujuan untuk stabilitas harga dan pasokan termasuk efisiensi distribusi komoditas. Dalam hal implementasi strategi komunikasi efektif.
Menurutnya TPID DIY telah melaksanakan kegiatan Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) Goes to School dalam rangka memberikan edukasi inflasi kepada 900 orang guru dan siswa SMA, SMK, dan MA. "Terlaksana pada 20 Agustus 2025, serta 16-19 September 2025 di 5 kabupaten/kota di DIY," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY menyusun SOP pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. SOP ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Xavi Hernandez mengkritik jadwal internasional yang membuat Belanda menjalani empat laga UEFA Nations League dalam 11 hari.
Basement Transhome Sleman masih mengeluarkan asap dan bersuhu tinggi. Petugas melakukan pendinginan serta pemantauan dari luar.
PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan Oktober 2026.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.