Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Foto ilustrasi wirausaha, dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, JOGJA—Wirausaha menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk membangun kemandirian sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Hal ini diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Suryo Pratolo.
Menurutnya, esensi wirausaha terletak pada kemampuan menemukan permasalahan di sekitar dan menjawabnya dengan karya, inovasi, atau layanan yang bermanfaat. Selain itu, kata dia, wirausaha juga bisa menjadi jalan untuk menata masa depan dengan lebih mandiri.
"Berwirausaha merupakan langkah membangun kemandirian. Dengan menciptakan lapangan kerja," katanya belum lama ini.
Suryo mengatakan seorang wirausaha tidak hanya menyejahterakan dirinya sendiri, tetapi juga bisa memberikan kesempatan kerja bagi orang lain. Oleh karena itu, ia mendorong untuk berani berwirausaha, tidak hanya terpaku menjadi pegawai.
Lebih lanjut, dia mengatakan memimpin usaha sendiri bukan soal gengsi, melainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan dampak sosial. Dia menyampaikan usaha yang dibangun atas nilai kebermanfaatan akan menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa berkah bagi masyarakat luas.
Ia menjelaskan diperlukan insting yang kuat untuk menjadi wirausaha, yakni kemampuan membaca peluang, memahami kebutuhan konsumen, dan merespons perubahan pasar. Menurutnya, insting ini bukan bawaan dari lahir, melainkan terbentuk dari pengalaman, keberanian mencoba, serta kemauan belajar dari kegagalan.
Selain itu, menurutnya kemampuan bernegosiasi juga menjadi aspek penting dalam dunia usaha. Negosiasi yang baik akan membantu pelaku usaha memperoleh kesepakatan terbaik tanpa mengorbankan hubungan jangka panjang.
"Pebisnis harus peka kapan perlu mengambil keuntungan dan kapan perlu mengalah demi keberlanjutan relasi. Keputusan semacam ini sangat menentukan keberlangsungan usaha," lanjutnya.
Menurutnya seorang wirausaha juga perlu kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), hingga ide-ide kreatif dengan maksimal.
Hal utama lain yang dibutuhkan menurut dia adalah etika dan karakter kuat, seperti sikap ramah, sopan, menghargai orang lain, dan mudah bergaul. Etika ini, dia sebut, bisa menjadi modal sosial yang memperkuat kepercayaan publik terhadap usaha yang dibangun.
Suryo meyakini perpaduan antara keterampilan, karakter, dan niat memberi manfaat akan membuat generasi muda mampu menciptakan usaha yang tidak hanya menghasilkan profit, "tetapi juga membawa dampak positif dan keberkahan bagi banyak orang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.