Advertisement
PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja
Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut positif kebijakan stimulus ekonomi pemerintah pada triwulan I 2026. Program diskon transportasi dan penerapan Work From Anywhere (WFA) dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya saat momentum libur Lebaran.
Wakil Ketua Bidang Promosi dan Event PHRI DIY, Muhtar Habibi, mengatakan kebijakan tersebut relevan untuk mendorong mobilitas wisatawan nusantara. Menurutnya, Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang bergantung pada sektor pariwisata akan merasakan dampak signifikan dari kebijakan ini.
Advertisement
“PHRI DIY menyambut positif kebijakan stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah, khususnya melalui diskon transportasi dan kebijakan WFA,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Okupansi Berpotensi Naik Sejak Pra-Lebaran
BACA JUGA
Habibi memprediksi diskon transportasi pada periode 14–29 Maret 2026 akan menekan biaya perjalanan sehingga masyarakat lebih terdorong untuk bepergian. Periode tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan awal arus mudik dan cuti bersama.
“Bagi DIY, periode ini berpotensi meningkatkan okupansi hotel sejak sebelum puncak Lebaran,” jelasnya.
DIY sendiri didukung akses transportasi yang lengkap, mulai dari kereta api, pesawat, hingga bus antarkota. Kondisi ini membuat Yogyakarta diperkirakan menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan dari kebijakan tersebut.
Selain itu, penerapan WFA pada 16–17 dan 25–27 Maret 2026 diyakini dapat meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan. Dengan fleksibilitas bekerja dari mana saja, wisatawan berpeluang memperpanjang masa tinggal sambil tetap menjalankan pekerjaan.
“Dengan WFA, wisatawan tidak hanya datang untuk liburan singkat, tetapi bisa memperpanjang masa tinggal. Ini sangat menguntungkan sektor perhotelan, restoran, dan MICE,” katanya.
Strategi Tangkap Peluang
Meski optimistis, PHRI DIY menilai pelaku usaha tetap perlu menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan peluang tersebut. Beberapa upaya yang disarankan antara lain menyiapkan paket promo terintegrasi (hotel, atraksi, dan kuliner), meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan SDM, serta memperkuat pemasaran digital melalui kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dan agen perjalanan.
Di sisi lain, tantangan juga perlu diantisipasi. Lonjakan permintaan berpotensi memicu keterbatasan kamar dan SDM, tekanan pada infrastruktur serta manajemen layanan saat puncak kunjungan, hingga persaingan harga yang semakin ketat.
“Perlu menjaga keseimbangan antara promo dan kualitas layanan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, PHRI DIY optimistis stimulus ekonomi tersebut dapat menjadi momentum percepatan pemulihan sekaligus pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
9 Tahun Merawat Anak Lumpuh, Ibu Bertahan Menulis 32 Novel Digital
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Ini Aturan THR PNS dan Swasta, Wajib Gaji Pokok Plus Tunjangan
- Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, Kamis 12 Februari 2026
- Update Harga Pangan 12 Februari 2026 Nasional, Cabai Rawit Makin Pedas
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja
Advertisement
Advertisement







