Evaluasi KTR di Jogja, Tim Temukan Ada Lokasi Tanpa Tanda Larangan Merokok
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kini mulai membayangi stabilitas ekonomi domestik, terutama terkait dengan potensi lonjakan harga komoditas strategis. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja menaruh perhatian serius terhadap pergerakan harga emas perhiasan hingga bahan bakar minyak (BBM) yang diprediksi bakal terdampak langsung oleh situasi geopolitik global tersebut.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengungkapkan bahwa emas perhiasan telah menempati jajaran lima besar komoditas utama penyumbang inflasi pada Februari 2026.
Berdasarkan catatan statistik, andil inflasi emas secara month to month (mtm) mencapai 0,28%, sedangkan jika dibandingkan secara year on year (yoy), kontribusinya tercatat sangat signifikan hingga menyentuh angka 1,58%.
“Emas ini bukan sekadar dipengaruhi pola konsumsi masyarakat. Ada faktor global yang sangat kuat. Harga emas dunia memang sedang naik, sehingga otomatis berpengaruh juga di dalam negeri,” ujar Joko saat memberikan keterangan pada Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan bahwa dinamika pasar internasional yang tidak menentu mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), yang memicu harga semakin terdongkrak.
Kekhawatiran tidak hanya berhenti pada logam mulia, namun juga merambah ke sektor energi karena adanya ancaman terhadap jalur distribusi minyak dunia.
Menurut Joko, gangguan pada produksi global akan berimplikasi pada harga minyak dunia yang kemudian menyeret kenaikan harga BBM di dalam negeri. “Minyak sangat mungkin terdampak. Karena kita mengambil dari pasar global, maka ketika harga dunia naik, di dalam negeri juga ikut terdampak,” jelasnya.
Memasuki awal Maret 2026, sinyal kenaikan harga BBM nonsubsidi sudah mulai terlihat dan berpotensi menjadi penyumbang utama angka inflasi pada bulan berjalan.
Guna memitigasi risiko tersebut, BPS mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk mengoptimalkan kendali pada komoditas yang masih bisa diintervensi, seperti beras, cabai, dan bawang, melalui operasi pasar serta penguatan stok pangan daerah.
Meski demikian, Joko mengakui bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan komoditas yang sangat bergantung pada kebijakan pusat dan faktor eksternal internasional. “Pemerintah daerah masih bisa memastikan ketersediaan stok untuk komoditas yang bisa dikendalikan. Tapi untuk emas atau harga tiket pesawat, itu sangat tergantung faktor luar,” katanya sembari menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap fluktuasi harga energi dan emas yang sangat dinamis di pasar global saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Simak cara menyimpan makanan di kulkas agar tetap segar, higienis, dan aroma makanan tidak bercampur selama penyimpanan.
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.
BPJS Kesehatan menanggung pengobatan keracunan MBG, tetapi ada ketentuan jika kasus ditetapkan sebagai KLB.
Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penanganan OPM di Papua dilakukan melalui operasi keamanan dan pendekatan teritorial secara kolaboratif.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.