KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat deflasi pada Januari 2026 setelah lonjakan harga pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) Desember 2025. Deflasi Kota Jogja ini dinilai sebagai fase penyesuaian harga sebelum inflasi kembali meningkat menjelang Ramadan 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Jogja, Fandi Akhmad, menjelaskan secara bulanan Januari 2026 memang mengalami penurunan harga karena pada Desember sebelumnya terjadi kenaikan cukup tinggi. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kembalinya harga ke level yang lebih normal seusai tekanan inflasi akhir tahun.
“Secara bulanan Januari 2026 terjadi deflasi karena pada Desember sebelumnya harga sudah naik cukup tinggi. Jadi Januari ini merupakan fase penyesuaian harga,” katanya, Senin (2/2/2026).
Fandi menegaskan kelompok makanan dan minuman masih menjadi komoditas yang paling fluktuatif. Perubahan harga pada kelompok ini biasanya terjadi saat periode libur panjang maupun hari besar keagamaan.
Memasuki pertengahan Februari 2026, ia memprediksi inflasi Kota Jogja berpotensi kembali meningkat menjelang Ramadan. Kenaikan harga dipicu lonjakan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.
“Pada Januari harga relatif kembali normal. Namun ketika memasuki bulan puasa, kemungkinan besar harga akan naik lagi. Secara teori, saat permintaan meningkat maka harga juga akan terdorong naik,” katanya.
Menurutnya, tren kenaikan harga biasanya mencapai puncak menjelang Idulfitri. Komoditas yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi utama tetap didominasi makanan, minuman, serta sektor transportasi yang meningkat aktivitasnya selama arus mudik dan perayaan Lebaran.
“Selama puasa dan Lebaran, makanan, minuman, dan transportasi menjadi penentu utama inflasi,” katanya.
Meski ada potensi kenaikan harga saat Ramadan 2026, Fandi memperkirakan polanya tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Seusai Idulfitri, harga-harga yang sempat meningkat biasanya berangsur turun dan kembali mengikuti tren normal pasar, sehingga dinamika inflasi Kota Jogja tetap bergerak sesuai siklus musiman tahunan yang dipengaruhi momen keagamaan dan permintaan konsumsi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan