Operasional 17 Dapur MBG di DIY Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya
Sebanyak 17 dapur Program Makan Bergizi Gratis di DIY berstatus suspend. Mayoritas penghentian sementara dipicu persoalan sanitasi, IPAL, dan kelengkapan operas
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto (dua dari kanan) dan Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga JBT, Priyo Djatmiko (tengah) , dalam konferensi pers secara daring, Kamis sore, (12/3/2026). /tangkapan layar zoom.
Harianjogja.com, JOGJA—PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyiapkan langkah strategis guna menjamin ketahanan pasokan energi selama masa Ramadan dan Idulfitri 2026.
Lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang tahun ini diperkirakan memicu kenaikan drastis pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Durasi libur Lebaran yang mencapai dua pekan menjadi tantangan tersendiri bagi kesiapan infrastruktur energi di lapangan. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto, mengungkapkan bahwa pola perjalanan pemudik tahun ini diprediksi terbagi dalam dua gelombang besar, sehingga diperlukan antisipasi distribusi yang lebih dinamis.
"Demikian juga untuk sektor transportasi darat, Pertalite diperkirakan naik 30%, Pertamax 29,7%, Turbo naik 55,3%, sehingga total untuk gasoline kenaikan kurang lebih 30% atau 16.800-an kiloliter," jelasnya, dalam konferensi pers secara daring, Kamis sore, (12/3/2026).
Tren kenaikan konsumsi juga terjadi pada produk BBM nonsubsidi lainnya seperti Dexlite yang diprediksi melonjak hingga 70,5 persen dan Pertamina Dex sebesar 64,2 persen.
Sebaliknya, konsumsi Solar justru diproyeksikan merosot sekitar 13 persen akibat adanya kebijakan pembatasan operasional angkutan barang atau truk sumbu tiga ke atas selama puncak arus mudik dan balik.
Kebutuhan masyarakat terhadap gas melon juga mendapat perhatian serius dengan estimasi kenaikan permintaan LPG sebesar 9 persen, dari rata-rata normal 4.854 metrik ton menjadi 5.293 metrik ton.
Guna mengamankan pasokan, Pertamina menerapkan skema extra dropping serta penyaluran fakultatif di wilayah Solo Raya, DIY, Tegal, Semarang, hingga Kudus.
"Fakultatif adalah alokasi yang kita tambah di periode tanggal merah, di mana di tanggal merah sebenarnya tidak ada penyaluran normalnya, fakultatif tidak cukup juga tambah extra dropping berarti penyaluran lebih dari satu hari kebutuhan normal," tutur Fanda.
Titik konsumsi tertinggi diprediksi tetap berada di sepanjang jalur tol trans Jawa dengan estimasi peningkatan mencapai 130 persen dibandingkan hari biasa.
SPBU di ruas tol dipandang sebagai titik krusial jika dibandingkan dengan jalur Pantai Utara (Pantura), Pantai Selatan (Pansela), maupun destinasi wisata favorit keluarga.
Pertamina juga menyiagakan layanan tambahan berupa SPBU modular, kios kemasan Pertamina Dex, hingga layanan motorist yang siap mengantar BBM kepada konsumen yang terjebak kemacetan.
Selain itu, fasilitas Serambi MyPertamina disediakan sebagai ruang istirahat yang nyaman dan ramah keluarga bagi para pejalan jauh yang melintasi Jawa Bagian Tengah.
"Intinya kami ingin menyertai masyarakat yang mudik ini dalam perjalanan menuju keluarga masing-masing di tujuan," jelasnya.
Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga JBT, Priyo Djatmiko, memastikan bahwa ketahanan stok gasoline saat ini berada di level aman, yakni sembilan kali lipat dari konsumsi harian normal.
Sementara untuk LPG, meskipun angka ketahanan stok secara matematis terlihat lebih rendah dari BBM, proses pengisian tangki penyimpanan terus dilakukan secara berkala melalui suplai kapal tangker.
Stok LPG dipastikan terjaga dengan manajemen pengisian yang menyerupai sirkulasi bak mandi, di mana keran suplai akan terus dibuka sebelum kapasitas penyimpanan menyentuh batas minimum.
Hal ini dilakukan guna meredam potensi panic buying yang sempat muncul di beberapa daerah akibat kekhawatiran kelangkaan yang sebenarnya tidak mendasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 dapur Program Makan Bergizi Gratis di DIY berstatus suspend. Mayoritas penghentian sementara dipicu persoalan sanitasi, IPAL, dan kelengkapan operas
BPS menjelaskan garis kemiskinan Rp669.235 per kapita harus dihitung berdasarkan rumah tangga. Rata-rata mencapai Rp3,09 juta per bulan.
Menaker Yassierli meminta lulusan perguruan tinggi meningkatkan kompetensi untuk mengikuti Program Magang Nasional 2026 yang membuka 150.000 kuota.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor minyak mentah dari Rusia melalui Lemigas untuk ketahanan energi.
LKPP menegaskan pengadaan barang dan jasa menjadi penentu keberhasilan pembangunan serta mendorong UMKM masuk ekosistem digital di GPFE 2026.