Advertisement
Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI).
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pada 2026 menyerap anggaran sekitar Rp19 triliun setiap bulan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut besarnya anggaran program makan bergizi gratis tersebut mencerminkan skala pelaksanaan program prioritas nasional yang menjangkau puluhan juta penerima di seluruh Indonesia.
Perkembangan penyerapan anggaran program makan bergizi gratis juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan realisasi anggaran MBG yang pada akhir Februari 2025 baru sekitar Rp300 miliar kini melonjak hingga Rp39 triliun pada Februari 2026.
Advertisement
"MBG ini kira-kira Rp19 triliun satu bulan, Rp19,5 triliun saat ini. Jadi, dua bulan Januari-Februari sekitar Rp39 triliun," terangnya pada konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di kantor Kemenkeu di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Kementerian Keuangan juga mencatat bahwa hingga 9 Maret 2026 realisasi anggaran program makan bergizi gratis telah mencapai Rp44 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 13,1 persen dari total pagu anggaran MBG tahun ini yang mencapai Rp335 triliun.
BACA JUGA
Suahasil menjelaskan program makan bergizi gratis tersebut telah menjangkau sekitar 61,62 juta penerima manfaat yang dilayani melalui 25.000 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia.
Jika dilihat dari sebaran wilayah, penerima program makan bergizi gratis terbesar berada di Pulau Jawa dengan jumlah sekitar 35,47 juta orang.
Sementara itu di wilayah Sumatra tercatat sekitar 12,63 juta penerima, di Kalimantan sekitar 2,63 juta penerima, di Sulawesi sebanyak 4,49 juta penerima, serta di Maluku-Papua sekitar 2,88 juta penerima.
Adapun wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat sekitar 3,52 juta penerima program makan bergizi gratis tersebut.
Dari sisi kelompok penerima, program makan bergizi gratis mayoritas dinikmati oleh kalangan siswa dengan jumlah sekitar 49,9 juta orang pada Februari 2026.
Selain siswa, penerima program juga berasal dari kelompok masyarakat non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia dengan total sekitar 10,5 juta orang.
"Tentu ini akan terus kita pastikan supaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, dijalankan dengan efisien dan anggarannya tersedia untuk makan bergizi gratis ini," pungkas Suahasil.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan akan terus memastikan program makan bergizi gratis berjalan dengan tata kelola yang baik, efisien, serta didukung ketersediaan anggaran yang memadai agar manfaatnya dapat menjangkau seluruh penerima secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement







