BPS DIY Jamin Data Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak atau Pinjol
BPS DIY memastikan data Sensus Ekonomi 2026 aman, tidak digunakan untuk pajak maupun pinjol, serta dijamin kerahasiaannya.
West Ganal, blok migas di Kalimantan Timur./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Penurunan harga minyak dunia mulai dirasakan dan berpotensi berdampak langsung pada harga BBM serta beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tren ini terjadi setelah adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak mentah global kini telah turun di bawah 100 dolar AS per barel, membuka peluang penurunan lebih lanjut jika situasi geopolitik tetap stabil.
Potensi Turun hingga 85 Dolar AS
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, memproyeksikan harga minyak dunia bisa terus menurun hingga berada di kisaran 85–90 dolar AS per barel.
"Harga turun signifikan dari 115 ke 90, penurunannya cukup signifikan. Kalau misalnya berhasil dihentikan harga akan kisaran antara 85-90," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Namun, ia menegaskan proyeksi tersebut sangat bergantung pada keberhasilan perundingan damai. Jika konflik kembali memanas, harga minyak berpotensi melonjak lagi menembus 100 dolar AS per barel.
Fahmy menjelaskan, kerusakan sejumlah instalasi energi selama konflik menjadi faktor utama yang menahan stabilitas produksi minyak global.
Menurutnya, proses pemulihan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan sebelum produksi kembali normal.
"Hambatannya adalah produksi dari negara-negara tadi kan belum recovery, karena kondisinya rusak," jelasnya.
Dampak Langsung ke Harga BBM
Harga minyak mentah global menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan harga BBM di dalam negeri. Saat harga minyak naik, seharusnya harga BBM ikut menyesuaikan.
Namun, pemerintah selama ini menahan kenaikan harga BBM untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya beban subsidi dalam APBN.
Dengan turunnya harga minyak dunia, beban subsidi BBM berpotensi berkurang. Fahmy mengungkapkan setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak dapat menambah beban APBN hingga sekitar Rp6,7 triliun.
"Ada perhitungan setiap kali kenaikan harga minyak 1 dolar AS, maka dibutuhkan tambahan dana APBN itu sekitar Rp6,7 triliun," tuturnya.
Data dari Bloomberg menunjukkan harga minyak Brent berada di level 96,90 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di angka 97,52 dolar AS per barel.
Jika tren penurunan ini berlanjut, tekanan terhadap subsidi energi diperkirakan akan semakin berkurang, sekaligus memberi ruang fiskal yang lebih longgar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY memastikan data Sensus Ekonomi 2026 aman, tidak digunakan untuk pajak maupun pinjol, serta dijamin kerahasiaannya.
Timnas putri Indonesia menang 2-0 atas Timor Leste di Piala AFF Wanita 2026. Gol Estella Loupatty (5') dan Emily Nahon (28'). Garuda Pertiwi puncaki Grup B.
Dinas Pendidikan Gunungkidul memperketat pengawasan MPLS 2026 untuk mencegah perundungan dan perploncoan. Sekolah diminta menciptakan lingkungan belajar yang am
Teknik stutter step jadi tren di Piala Dunia 2026. Mbappe sukses, Messi & Kane sempat gagal, Neymar pensiun usai eksekusi. Ini kisah di balik penalti.
Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Raul Fernandez tercepat, kalahkan Marquez 0,051 detik. Bagnaia posisi 19. Persaingan sengit di Sachsenring.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,