Desil Kesejahteraan Naik, BPS: Bukan Berarti Warga Makin Kaya
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
West Ganal, blok migas di Kalimantan Timur./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Penurunan harga minyak dunia mulai dirasakan dan berpotensi berdampak langsung pada harga BBM serta beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tren ini terjadi setelah adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak mentah global kini telah turun di bawah 100 dolar AS per barel, membuka peluang penurunan lebih lanjut jika situasi geopolitik tetap stabil.
Potensi Turun hingga 85 Dolar AS
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, memproyeksikan harga minyak dunia bisa terus menurun hingga berada di kisaran 85–90 dolar AS per barel.
"Harga turun signifikan dari 115 ke 90, penurunannya cukup signifikan. Kalau misalnya berhasil dihentikan harga akan kisaran antara 85-90," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Namun, ia menegaskan proyeksi tersebut sangat bergantung pada keberhasilan perundingan damai. Jika konflik kembali memanas, harga minyak berpotensi melonjak lagi menembus 100 dolar AS per barel.
Fahmy menjelaskan, kerusakan sejumlah instalasi energi selama konflik menjadi faktor utama yang menahan stabilitas produksi minyak global.
Menurutnya, proses pemulihan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua bulan sebelum produksi kembali normal.
"Hambatannya adalah produksi dari negara-negara tadi kan belum recovery, karena kondisinya rusak," jelasnya.
Dampak Langsung ke Harga BBM
Harga minyak mentah global menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan harga BBM di dalam negeri. Saat harga minyak naik, seharusnya harga BBM ikut menyesuaikan.
Namun, pemerintah selama ini menahan kenaikan harga BBM untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya beban subsidi dalam APBN.
Dengan turunnya harga minyak dunia, beban subsidi BBM berpotensi berkurang. Fahmy mengungkapkan setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak dapat menambah beban APBN hingga sekitar Rp6,7 triliun.
"Ada perhitungan setiap kali kenaikan harga minyak 1 dolar AS, maka dibutuhkan tambahan dana APBN itu sekitar Rp6,7 triliun," tuturnya.
Data dari Bloomberg menunjukkan harga minyak Brent berada di level 96,90 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di angka 97,52 dolar AS per barel.
Jika tren penurunan ini berlanjut, tekanan terhadap subsidi energi diperkirakan akan semakin berkurang, sekaligus memberi ruang fiskal yang lebih longgar bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan desil DTSEN tidak otomatis berarti warga makin sejahtera. BPS DIY menjelaskan desil ditentukan dari 41 variabel sosial ekonomi.
Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup A Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 bersama Myanmar, Afghanistan, Filipina, dan Kamboja.
Pendapatan Gunungkidul 2027 diproyeksikan Rp1,903 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,970 triliun dengan defisit Rp67,11 miliar.
Drawing Liga Champions 2026/2027 berlangsung di Monaco pada Kamis malam. Simak jadwal, pembagian pot, dan format league phase UEFA.
Bruno Mars mengumumkan The Romantic Tour 2027 di Asia, namun Jakarta dan Kuala Lumpur tidak masuk daftar konser.
Prabowo menyerukan “Jas Hijau” di Muktamar NU. Ia mengingatkan pentingnya jasa ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.