Advertisement
Pemerintah Tunda Penurunan HET Beras
Pekerja mengisi beras kedalam karung di Gudang Bulog Divisi Regional Riau - Kepulauan Riau di Pekanbaru, Riau, Rabu (18/4/2018). - ANTARA/Rony Muharrman
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah akhirnya menunda rencana penurunan harga eceran tertinggi atau HET beras dari yang awalnya direncananakan jelang periode Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan keputusan itu sesuai instruksi Presiden. Kemarin, Selasa (5/6/2018) dia juga telah memanggil Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Direktur Utama Bulog untuk menggelar rapat koordinasi terkait hal tersebut.
Advertisement
Menurut Darmin, saat ini pemerintah lebih memilih upaya mendorong harganya benar-benar sebesar HET Rp9.450 secara merata.
"Kan walaupun HET Rp9.450 sebenarnya beras medium itu masih antara Rp10.500 dengan Rp11.500. Jadi, biar kita usahakan menjadi Rp9.450 saja dulu," katanya, Selasa (5/6/2018) malam.
Selain alasan tersebut, Darmin memastikan tidak ada urgensi penting lainnya untuk menunda penurunan HET.
Darmin menilai, seiring dengan perkembangan situasi kondisi terkini pilihan menunda diyakini sebagai pilihan paling realistis. Selanjutnya, lama penundaan penurunan HET pun masih belum ditentukan.
"Kita lihat saja nanti kapan akan diturunkan lagi HET. Kemarin Presiden memang minta diturunkan mengingat harga beras kita mahal, tetapi ini juga hasil pembahasan dengan presiden lagi," ujar Mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
Sebelumnya, rencana penurunan HET oleh pemerintah dari Rp9.450 menjadi Rp8.950 memang mendapat kritikan dari sejumlah pihak baik ekonom, pengamat pangan, hingga pelaku usaha.
Mereka sepakat, di tengah kondisi panen raya yang belum maksimal dan kesejahteraan petani yang belum membaik, pemerintah seharusnya tidak menambah beban-beban lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








