Ratusan Start-up Defisit Tenaga TI, Ini Daftar keahlian yang Dibutuhkan

Ratusan Start-up Defisit Tenaga TI, Ini Daftar keahlian yang DibutuhkanIlustrasi Startup. - JIBI
15 Juli 2018 20:30 WIB N. Nuriman Jayabuana Ekbis Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan marketplace talenta teknologi, Ekrut, mencatat terdapat lebih dari 500 start-up di dalam negeri yang mengaku berkekurangan tenaga teknologi informasi (TI). 

Sepanjang semester pertama tahun ini, berbagai perusahaan rintisan berupaya menutup kekurangan tersebut dengan membuka lowongan kerja bagi talenta teknologi. Berbagai keahlian yang paling banyak dicari startup di antaranya merupakan backend engineer, frontend engineer, mobile engineer, full stack engineer dan DevOps engineer. 

Permintaan start-up terhadap tenaga ahli TI sepanjang semester pertama tahun ini bahkan meroket 10 kali lipat dibanding periode tahun sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan ketersediaan profesional di bidang TI bergerak lebih lambat dengan hanya tumbuh dua kali lipat dari periode sebelumnya. 

Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer Ekrut Ardo Gozal menyatakan pertumbuhan ekosistem digital di dalam negeri tumbuh begitu pesat dalam setahun terakhir. Hal tersebut turut mendorong berbagai perusahaan rintisan teknologi meningkatkan aktivitas perekrutan tenaga IT.

"Kebutuhan perusahaan terhadap tenaga ahli IT terus meningkat. Penetrasi Internet yang terus meluas dan menjangkau semakin banyak masyarakat membuat perusahaan teknologi membutuhkan semakin banyak tenaga kerja," ujarnya dalam keterangan resmi (14/7). 

Ekrut merupakan marketplace penghubung talenta dengan korporasi pencari talenta teknologi berkualitas tinggi. Perusahaan yang mengusung konsep talent marketplace pertama di Indonesia itu melakukan kurasi berbasis algoritma untuk menjaring kandidat ahli TI terbaik sesuai kebutuhan klien korporasi. Algoritma yang sama turut membantu pencari kerja bertemu dengan perusahaan yang paling sesuai dengan kriteria mereka. 

Berbeda dengan cara konvensional, Ekrut mengimplementasikan instant sourcing yang memungkinkan korporasi tak perlu melakukan job posting dan menunggu lamaran pencari kerja. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan kandidat yang dirasa cocok sesaat setelah terverifikasi. 

Sistem yang dipergunakan tersebut dapat mengefisiensi periode perekrutan karyawan yang bermanfaat bagi perusahaan dan pencari kerja. Ekrut yang didirikan pada 2016 mengklaim telah memiliki ratusan klien perusahaan, mulai dari startup, unicorns, sampai perusahaan publik nasional.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

Ad Tokopedia