Disertasi Doktor UII Soroti Pengelolaan TJSP yang Masih Formalitas
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY melalui Disperindag DIY meyakini sejumlah perusahaan manufaktur yang berada di DIY dapat mengatasi persoalan pelemahan rupiah. Jenis usaha di DIY yang didominasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) diklaim tidak terkena dampak signifikan terhadap pelemahan rupiah karena sebagian besar bahan impor yang dipakai relatif kecil.
Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana menjelaskan sebagian besar usaha di DIY kelasnya UMKM atau industri rumahan. Jumlah perusahaan manufaktur dengan skalan besar sangat sedikit bahkan bisa dihitung dengan jari. Padahal industri rumahan yang saat ini berjalan hasil produknya adalah kerajinan. Sehingga biaya terbesar yang banyak dikeluarkan yaitu unsur tenaga kerja.
"Contohnya kain batik misal harganya Rp200.000 itu upah tenaga kerjanya Rp110.000, kemudian yang Rp90.000 itu bahan baku seperti kain, malam, warna dan lainnya. Nah dari Rp90.000 bahan itu yang harus diimpor dengan dolar itu paling cuma Rp5.000 untuk warna tertentu," ucapnya, Kamis (6/9/2019).
Sakti mengakui memang ada pengaruh pelemahan rupiah terhadap UMKM namun sangat kecil. Setiap produk UMKM diperkirakan hanya sekitar 2,5% saja bahan yang harus mengimpor karena lebih banyak menggunakan bahan lokal. UMKM yang mampu mengekspor dengan harga dolar justru akan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Sayangnya banyak UMKM di DIY yang ekspornya masih dibeli dengan kurs rupiah.
Berbeda dengan sejumlah perusahaan manufaktur skala besar seperti di Tangerang, Karawang, Surabaya maka dampaknya sangat terasa. "Ya ada memang kenaikan tetapi tidak seperti yang dirasakan seperti di kota-kota lain," ujarnya.
Ia mengatakan ada sejumlah perusahaan manufaktur di DIY dengan banyak komponen impor. Menurutnya, sejumlah perusahaan itu sebenarnya sudah berupaya menggunakan bahan dari lokal dengan mengurangi komponen impor. Tetapi mengimpor bahan memang masih dilakukan perusahaan tersebut.
Trisakti meyakini sejumlah perusahaan manufaktur di DIY sudah berpengalaman dalam melewati proses krisis sehingga mereka sudah memiliki kiat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya goncangan ekonomi. Sehingga Sakti yakin perusahaan manufaktur di Jogja akan tetap stabil dan tidak sampai berdampak pada PHK karyawan.
"Seperti Kubota itu kan perusahaan cukup lama sehingga berpengalaman menghadapi semacam ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Oktober 2026, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.