Advertisement

Harga Daging Ayam Ras Turun, Jogja Deflasi 0,11%

Holy Kartika Nurwigati
Selasa, 02 Oktober 2018 - 10:30 WIB
Mediani Dyah Natalia
Harga Daging Ayam Ras Turun, Jogja Deflasi 0,11% Ilustrasi daging ayam. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Penurunan harga sejumlah komoditas pokok memberikan andil terhadap deflasi Kota Jogja. Badan Pusat Statitistik (BPS) DIY merilis deflasi Kota Jogja sebesar 0,11% yang salah satunya didorong oleh penurunan harga komoditas daging ayam sebesar 0,15%.

"Deflasi terjadi karena turunnya harga yang ditunjukkan oleh turunnya harga diperlihatkan indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok bahan makanan, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok sandang," ujar Kepala BPS DIY JB Priyono, Senin (1/10).

Advertisement

Priyono memaparkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga pada September, sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras yang mengalami penurunan hingga 13,91% dengan andil -0,15%.

Komoditas lain yang mengalami penurunan antara lain bawang merah, cabai rawit, bayam, angkutan udara dan cabai merah. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga, sehingga menahan laju deflasi antara lain biaya akademi atau perguruan tinggi, kontrak rumah, beras, sepeda motor dan bawang putih.

"Andil terbesar dari kenaikan biaya akademi atau perguruan tinggi ini mencapai 0,07 persen. Selanjutnya disusul andil kenaikan harga kontrak rumah, kelompok beras, sepeda motor dan bawang putih," jelas Priyono.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Budi Hanoto menilai adanya deflasi yang terjadi pada September 2018, memberikan inflasi DIY relatif terjaga. Secara year to date, laju inflasi September 2018 terhadap Desember 2017 sebesar 1,48% dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,77%.

Budi memaparkan tekanan terhadap komoditas daging ayam mulai mereda. Hal itu seiring dengan mulai melimpahnya pasokan yang kembali normal. Sedangkan untuk bawang merah, sejumlah wilayah penghasil komoditas tersebut seperti Bantul mulai panen raya. Demikian juga dengan pasokan cabai rawit dari Sleman. "Panen komoditas bawang merah dan cabai ini menyebabkan stabilnya pasokan dan harga yang cenderung menurun," ungkap Budi.

Sementara itu, tarif perguruan tinggi dan kontrak rumah yang menahan laju deflasi, cenderung mengalami kenaikan sejalan dengan siklus tahun ajaran baru. Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ini menambahkan upaya TPID dalam menjaga stabilisasi harga dan inflasi terus dilakukan.

Upaya yang ditempuh TPID DIY saat ini yakni menurunkan inflasi pangan yang saat ini masih berada pada level 5,17% year on year, meningkatkan produksi komoditas pangan pokok melalui pengembangan klaster pangan, hingga membangun tata niaga yang kokoh serta mendorong perdagangan antar daerah.

"Kami juga berupaya untuk memperpendek rantai distribusi melalui penerapan tekfin (teknologi finansial) dan transaksi pangan digital, serta monitoring dan koordinasi peran TPID baik internal maupun eksternal," jelas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103

Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement