MAPPI Sambut Baik RUU Jasa Penilai akan Masuk Prolegnas

MAPPI Sambut Baik RUU Jasa Penilai akan Masuk Prolegnas Peserta 21th Asean Valuers Association (AVA) Congress mengikuti kegiatan yang digelar, Rabu (26/9/2018) di Hotel Tentrem Jogja. - Ist/Dok Panitia
27 September 2018 11:17 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menyambut baik komitmen Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang akan mengawal dibentuknya Undang-Undang tentang Jasa Penilai. Dengan adanya UU Jasa Penilai maka akan ada payung hukum yang jelas buat mereka yang berkecimpung di dunia jasa penilai.

Wakil Sekretaris Jendral MAPPI Panuturi L Tobing mengaku senang dengan komitmen Menkeu tersebut. “Sebetulnya sudah lama keinginan kami agar bisa memiliki payung hukum. Dengan adanya UU maka hal ini akan bisa untuk melindungi penilia dan juga penerima jasa penilai,” katanya ketika dihubungi di sela-sela 21th Asean Valuers Association Congress yang digelar di Ballroom Hotel Tentrem, Rabu (26/9/2018).

Sebelumnya Sri Mulyani ketika menjadi pembicara kunci acara tersebut mengungkapkan pentingnya profesi penilai, terutama setelah krisis ekonomi pada 1997 dan 1998. Lantaran negara perlu mengelola, memanfaatkan dan membukukan seluruh aset, pemerintah pun memerlukan banyak tenaga penilai.

21th Asean Valuers Association (AVA) Congress dilaksanakan di Hotel Tentrem selama tiga hari, dari Senin (24/9/2018) hingga Rabu (26/9/2018). Ia pun akan mengawal agar RUU Jasa Penilai bisa masuk Program Legislasi nasional (Prolegnas) di 2019.

Adapun hal-hal yang dibahas dan dibicarakan pada 21th Asean Valuers Association Congres adalah isu-isu terkini yang berkaitan dengan profesi penilai. AVA secara rutin mengadakan kongres sebagai forum pertemuan untuk bersama-sama membahas mengenai peraturan, standar dan teknis penilaian, serta perkembangan real estate dan infrastruktur.

Selain kegiatan rutin ini, menurut Panaturi, peserta diajak untuk melihat warisan budaya bangsa Indonesia yang selama ini menjadi kebanggaan. Setelah diajak ke Candi Prambanan dan menyaksikan Sendratari Ramayana, kemarin peserta diajak mengunjungi Candi Borobudur. “Kedua tempat tersebut kami pilih karena menjadi warisan budaya bangsa Indonesia,” katanya. (*)