Fadli Zon Berharap Seniman Pasifik Jadi Duta Budaya Indonesia
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Ilustrasi SPBU - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mencatat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di DIY dan Jawa Tengah hingga September 2024 sudah di atas 73%.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho merinci kuota BBM jenis Pertalite yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk DIY dan Jawa Tengah Januari-Desember 2024 adalah sebesar 4,13 juta kilo liter (KL).
"Adapun realisasi Januari-September 2024 adalah 3,03 juta kiloliter atau 73,5% dari kuota," ucapnya, Selasa (22/10/2024).
BACA JUGA : Eks Komisaris Pertamina Edy Hermantoro Dipanggil KPK Sebagai Saksi Korupsi
Sementara itu, untuk Biosolar di DIY dan Jawa Tengah kuotanya 2,5 juta KL Untuk tahun 2024. Di mana realisasi Januari-September 2024 adalah 1,83 juta KL atau 73,2%.
Lebih lanjut Brasto menjelaskan kuota dan realisasi tersebut adalah yang disalurkan oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Tidak termasuk yang disalurkan oleh SPBU non-Pertamina.
Menurutnya, Pertamina berupaya untuk menjaga realisasi tidak melebihi kuota dengan menggunakan QR code Biosolar secara penuh. Sudah dijalankan sejak tahun 2022-2023. Dia menjelaskan saat ini juga tengah dijalankan program pendataan QR code Pertalite bagi pengendara mobil.
"Kami menghimbau konsumen yang mampu agar membeli BBM nonsubsidi Pertamax Series dan Dex Series," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan pembatasan BBM bersubsidi per 1 Oktober 2024. Akan tetapi rencana tersebut batal dilaksanakan.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mengatakan pembatasan BBM subsidi sangat mendesak dilakukan. Di tahun ini setidaknya bisa menghemat anggaran hingga Rp120 triliun. .
Ia mengaku mendukung jika pemerintah mengubah sistem subsidi produk menjadi subsidi target seperti pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada yang berhak. Sehingga tidak perlu dilakukan pembatasan.
Fahmy menjelaskan rencana pembatasan ini muncul karena subsidi masih ke produk. Menurutnya jika subsidi dalam bentuk BLT tidak perlu waktu lama untuk implementasinya.
"1 November bisa diterapkan karena data BLT sudah ada di Kemensos gunakan saja data itu. Dan jika diterapkan, tahun depan data itu bisa diupdate lagi dan berkala," kata Fahmy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pemda DIY berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo untuk memperkuat kerja sama pendidikan, seni, dan budaya.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pariwisata Indonesia makin merata. Kunjungan wisatawan tumbuh di Danau Toba, Manado-Likupang, dan desa wisata.
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Prancis menyiagakan lebih dari 60.000 personel keamanan menjelang demo nasional, termasuk peserta pelatihan akademi polisi untuk menjaga fasilitas publik.