Gelombang Panas Eropa Pecah Rekor, Inggris 36,9 Celsius
Gelombang panas ekstrem pecahkan rekor di Inggris dan Eropa, suhu capai 36,9°C, ratusan korban jiwa dilaporkan di Spanyol.
Presdir PT Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi (dua dari kiri) dan Vice President Funding & E-channel Business BCA Sinta Handajani (dua dari kanan) saat memberi penjelasan gelaran Basa Buku BBW 2019 di Jogja beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Bazar Buku Big Bad Wolf (BBW) tahun ini hadir di Jogja di Jogja Expo Center pada 2-12 Agustus 2019. Jutaan buku dan beragam layanan akan memanjakan pengunjung yang hadir.
Bazar buku yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia ini dibuka selama 24 non stop. Bazar yang digelar oleh PT Jaya Ritel Indonesia dan didukung penuh oleh PT Bank Central Asia (BCA) Tbk tersebut akan diadakan memberikan diskon 60-80%.
Kegiatan ini digelar oleh PT Jaya Ritel Indonesia sekaligus memperkenalkan layanan kemudahan perbankan kepada masyarakat melalui transaksi elektronik yang dimiliki perseroan. Selain itu, kegiatan BBW sebagai bagian dari komitmen perusahaan ikut berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.
Vice President Funding & E-channel Business BCA Sinta Handajani mengatakan pihaknya percaya BBW dapat menjadi wadah terbaik bagi generasi muda untuk memperoleh buku favorit dan buku internasional yang berkualitas dengan harga terjangkau. Selama bazar berlangsung, BCA akan menghadirkan kemudahan bertransaksi elektronik.
"Selain memperkenalkan pembukaan rekening online sebagai fitur terbaru BCA dan digital experience fitur-fitur e-channel BCA, kami juga menawarkan berbagai promo spesial untuk pembelian buku dengan menggunakan Kartu Kredit BCA, Debit BCA, Flazz, dan Sakuku," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Harian Jogja, Jumat (26/7/2019).
Dia berharap, kegiatan tersebut ikut berkontribusi mencerdaskan bangsa dan dengan lebih mudah mengakses buku yang baik. Dia juga berharap budaya membaca di masyarakat semakin meningkat untuk terus mengembangkan ilmu untuk kemajuan bangsa. Alasannya, berdasarkan survey yang dilakukan oleh UNESCO, persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01% atau dari 10.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang senang membaca. "Dalam bazar ini, kami ingin secara maksimal memberikan fasilitasi untuk mempermudah nasabah dan juga masyarakat pencinta buku agar mendapat akses ke buku-buku berkualitas," ungkapnya.
Sementara itu, Presdir PT Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi mengatakan bazar buku ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan bangsa melalui akses terhadap buku internasional yang berkualitas. Sebelum di Jogja, kegiatan serupa digelar di Jakarta dan Bandung. Dengan respon masyarakat sangat luar biasa. "Kami akan menjual antara 1,5 juta hingga 2 juta buku," kata Uli.
Dia mengatakan, bazaar ini digelar juga rangka memperingati Hari Anak Nasional dan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. BBW membawa misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa.
Berbagai genre buku tersedia dalam bazar ini. Mulai dari seni, budaya, novel, fiksi, romance, sastra, graphic novel, bisnis, arsitektur, memasak, fashion dan masih banyak lagi. Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books, board books, pop up books dengan harga yang sangat terjangkau. "Sebanyak 50 persen adalah buku anak-anak, 50 persen lainnya adalah buku-buku umum," kata Uli. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas ekstrem pecahkan rekor di Inggris dan Eropa, suhu capai 36,9°C, ratusan korban jiwa dilaporkan di Spanyol.
Kebutuhan darah di Sleman masih tinggi, PMI ajak masyarakat rutin donor untuk menjaga ketersediaan stok.
UMKM Jogja manfaatkan libur sekolah lewat bazar di Taman Pintar, targetkan kenaikan omzet hingga 70 persen.
Program Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul dihentikan sementara selama libur sekolah, layanan kembali aktif 13 Juli 2026.
Pemerintah tingkatkan anggaran riset hingga Rp4 triliun, fokus pada solusi nyata seperti waste to energy dan transisi energi.
Menkeu Purbaya soroti lonjakan restitusi pajak Rp160 triliun dan curigai praktik tak wajar di internal DJP.