Beli Rumah atau Beli Mobil Dulu? Ini Saran Perencana Keuangan

Beli Rumah atau Beli Mobil Dulu? Ini Saran Perencana KeuanganReal Estate - huffingtonpost
26 Juli 2019 12:27 WIB Ria Theresia Situmorang Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perencanaan keuangan sangat penting untuk keberhasilan. hal ini tidak hanya di perusahaan, tetapi juga untuk keuangan pribadi. Jika Anda sedang berpikir membeli rumah atau mobil dulu saat ini, mungkin pertimbangan dari dua perencana keuangan ini bisa membantu Anda. 

Kendaraan dan tempat tinggal saat ini sama pentingnya, sehingga ketika diruntutkan lagi mana yang harus Anda beli terlebih dahulu, semua akan dikembalikan lagi pada Anda.

"Lihat tujuannya dulu, jadi misalkan kita melakukan pengeluaran itu ada yang sifatnya ingin dan sifatnya butuh. Jika membeli kendaraan itu adalah penting, dengan membeli kendaraan cashflow-nya akan menjadi lebih baik kaya misalnya biasanya pakai kendaraan online, dengan kita beli kendaraan mengurangi biaya transportasinya dia sehari-hari, maka itu perlu menjadi prioritas," jelas Budi Raharjo, perencana keuangan dari One Schildt saat dihubungi bisnis.com, jaringan Harianjogja.com, pada Kamis (25/7/2019). 

Menanggapi hal tersebut, Saqina Q Purnama, financial advisor dari Jouska menyebut memberikan simulasi dampak pembelian terhadap cashflow pribadi sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli penting untuk dilakukan. 

"Kalau itu kita asumsikan semuanya sudah beres, dana darurat aman, pensiun aman, kita lihat nih apakah butuh rumah atau mobil dulu mana prioritasnya. Kalau nggak ada rumah downside-nya apa, kalau nggak ada mobil downside-nya apa. Terus setelah dari itu kita ngitung. Kita bandingin tuh simulasiin kalau cicilan rumahnya segini dengan tadi, cicilannya berapa, bonusnya berapa, cashflownya jadi berapa," ungkap Saqina. 

Budi pun sepakat mengambil langkah untuk mencicil sesuatu dalam jangka waktu yang panjang kembali lagi pada kesiapan masing-masing orang. Memiliki kendaraan misalnya, menurutnya masih harus dipertimbangkan mengingat masih ada biaya-biaya perawatan lain yang harus diperhatikan.

"Kita lihat cashflow-nya, siap nggak kalau ternyata dia punya cicilan. Kalau kita bayar cicilannya, cashflow-nya akan dibebani oleh fix cost atau pengeluaran tetap, anggaplah satu sampai tiga tahun ke depan. Kembali lagi ke cashflow karena problem-nya orang seringkali lupa di cashflow. Asal dia bisa beli kendaraan buat DP terus kemudian dia lupa cashflow-nya, biaya bensin, pajak, dan maintenance belum lagi depresiasi barang yang dibeli," lanjut Budi. 

Selain itu, Saqina menambahkan dirinya akan selalu memberikan alternatif atau cara pandang yang berbeda ketika membeli barang yang memiliki depresiasi seperti kendaraan yakni pilihan untuk membelinya dengan cara tunai atau dicicil. 

"Kalau dari Jouskanya sendiri, financial advisor akan selalu menyediakan dua alternatif, gimana kalau dia beli kredit atau secara cash. Kita hitung dulu alternatifnya kaya gimana, downside-nya apa, kalau misalnya kalau mau sabar sedikit, bentar deh lima tahun lagi bisa kok beli cash. Pada saat beli cash apa sih keuntungannya? Dapat diskon, kalau mau second dapat harga yang lebih murah karena kan bargaining power kita lebih tinggi. Kita akan selalu memberi sudut pandang yang lain," tutup Saqina.

Sumber : Bisnis.com