Anggaran Infrastruktur DIY 2027 Dipangkas Rp33,25 miliar, Jalan Tetap Prioritas
Anggaran infrastruktur DIY 2027 turun Rp33,25 miliar menjadi Rp1,157 triliun. Pemda memprioritaskan jalan, rumah sakit, dan transportasi.
Salah satu Pasar Murah yang digelar di Kulonprogo. – Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY (Disperindag DIY) akan menggelar tiga kali pasar murah selama Ramadan 1447 H/2026 untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menyampaikan pasar murah akan dilaksanakan satu kali di Pandak, Bantul dan dua kali di Kota Jogja. Setiap lokasi akan menyediakan 14 ton bahan pokok bagi masyarakat.
Komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut meliputi beras medium, beras premium, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, tersedia pula komoditas pendukung seperti tepung tapioka, tepung beras, bawang bombay, beras merah, bumbu dapur, gula jawa, dan lainnya.
“Dengan total subsidi senilai Rp75 juta. Dibandingkan tahun sebelumnya nilainya [subsidi] sama Rp2.500 per kg,” ujar Yuna, Jumat (20/2/2026).
Dari sisi volume, terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 setiap kegiatan menyediakan 12 ton, tahun ini meningkat menjadi 14 ton per lokasi. Namun secara jumlah kegiatan sepanjang 2026 justru berkurang, dari 22 kali pada tahun lalu menjadi 18 kali tahun ini.
“Iya, karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Yuna menjelaskan, sejumlah komoditas yang menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kenaikan harga selama Ramadan antara lain telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, serta beras. Kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang dan selama bulan puasa.
Selain pasar murah, pada Maret 2026 Disperindag DIY juga akan menggelar operasi pasar di enam pasar pantauan di kabupaten/kota. Setiap lokasi akan mendapatkan pasokan sembilan ton komoditas, sehingga total distribusi mencapai 54 ton.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran infrastruktur DIY 2027 turun Rp33,25 miliar menjadi Rp1,157 triliun. Pemda memprioritaskan jalan, rumah sakit, dan transportasi.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.