Advertisement
Libur Imlek 2026, Okupansi Hotel DIY Rata-rata 60 Persen
Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA —Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI DIY mencatat tingkat hunian hotel selama libur panjang Imlek 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata mencapai 60 persen. Angka tersebut dihitung untuk periode 13–17 Februari 2026.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut capaian tersebut masih berada di bawah target asosiasi yang mematok okupansi 70–75 persen secara rata-rata se-DIY. Meski demikian, tingkat hunian di kawasan pusat kota, khususnya Malioboro, tercatat jauh lebih tinggi, yakni berkisar 80 hingga 90 persen.
Advertisement
“Belum sesuai proyeksi, kita yang target 70 persen sampai dengan 75 persen se-DIY,” kata Deddy, Rabu (18/2/2026).
Ia menilai ada sejumlah faktor yang memengaruhi capaian tersebut, mulai dari jarak libur Imlek yang berdekatan dengan Ramadan, maraknya bencana alam, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, penurunan daya beli masyarakat, hingga semakin banyaknya pilihan akomodasi nonhotel.
BACA JUGA
Deddy menjelaskan, hotel yang paling diminati wisatawan selama libur panjang Imlek adalah hotel berbintang tiga hingga lima. Rata-rata lama menginap wisatawan tercatat sekitar dua hari, dengan asal wisatawan didominasi dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Sementara itu, Humas DPD Asita DIY, Iwan Sulistyanto, menyampaikan bahwa meski tidak memiliki data kuantitatif resmi, pengamatan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas wisata dibandingkan hari biasa.
“Secara data Asita memang tidak ada, tapi secara pandangan di lapangan titik-titik keramaian di pusat kota dan destinasi wisata naik sekitar 30 persen dibanding hari biasa,” ujarnya.
Menurut Iwan, lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak H-1 libur nasional dan berlangsung hingga akhir masa libur, dengan puncak kedatangan wisatawan terjadi di pertengahan periode liburan.
Ia menambahkan, sejumlah faktor turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY, antara lain pemanfaatan libur panjang untuk berwisata bersama keluarga serta kemudahan akses menuju Yogyakarta melalui jalur darat, kereta api, maupun udara.
Selain itu, keberagaman destinasi wisata di DIY, mulai dari wisata budaya, alam, kuliner, hingga wisata buatan, dinilai masih menjadi daya tarik utama bagi berbagai segmen pasar. Aktivitas dan agenda wisata yang beragam juga turut menopang pergerakan wisatawan.
“Cuaca yang relatif kondusif juga mendukung mobilitas wisatawan selama libur panjang,” jelasnya.
Iwan menyebut wisatawan yang berkunjung saat libur Imlek 2026 masih didominasi dari kota-kota di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah Jabodetabek. Meski demikian, terdapat pula kunjungan dari beberapa kota besar di luar Pulau Jawa, meski jumlahnya tidak signifikan.
Secara umum, pelaku usaha pariwisata menilai capaian libur Imlek 2026 cukup positif untuk periode kunjungan rendah hingga menengah. Namun, Asita DIY berharap ke depan terjadi pemerataan kunjungan agar tidak terpusat di destinasi tertentu saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Turun, UBS Rp2.958.000 dan Galeri24 Rp2.943.000
- Ekonomi AS Lesu, Jurusan Keuangan Paling Diburu
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Menteri Perdagangan Bantah Kenaikan Harga Ayam karena MBG
- KAI Commuter Izinkan Buka Puasa di KRL Saat Ramadan
- BI Diprediksi Tahan Suku Bunga pada Februari 2026
- Pengaduan Kopdes Merah Putih Kini Bisa Lewat Call Center
Advertisement
Advertisement







