Terseret Kasus Korupsi, Pegawai Ditjen Bea Cukai Ahmad Dedi Dicekal Imigrasi
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
Ilustrasi/JIBI-bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan memastikan perbankan di Tanah Air masih memiliki pengaman yang kuat dalam menghadapi kondisi perekonomian yang penuh ketidakstabilan.
Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan mengatakan saat ini loan at risk (LaR) yang terdiri dari kolektibilitas dua ditambah kolektibilitas satu yang direstrukturisasi masih stabil di angka 10%. Sementara kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan saat ini dikisaran 23%.
Alhasil, kondisi di atas masih terbilang aman jika hal terburuk terjadi yakni keseluruhan LaR menjadi kredit bermasalah (non performing loan/NPL).
"Saya tidak katakan itu terjadi ya, tetapi NPL Indonesia itu pernah di atas 3% ketika resesi global 2009 dan CAR perbankan Indonesia tidak setinggi saat ini," katanya, Senin (4/11/2019).
Per September 2019, LPS mencatat NPL perbankan dipelopori oleh industri properti atau realestate yang bertengger di level 6%. Selanjutnya, sektor perdagangan 3,8%, sektor pengolahan 3,6%, sektor konstruksi 3,5%, dan pertambangan atau komoditas 3,1% yang pada awal 2018 sempat di atas 6%.
Fauzi memastikan dengan dukungan bantalan perbankan Indonesia yakni pertumbuhan ekonomi stabil 5%, suku bunga rendah, dan kurs stabil maka kualitas kinerja perbankan ke depan tidak akan bergeser terlalu banyak. Khususnya NPL pun meski kini perlahan menunjukkan pertumbuhan, Fauzi masih menilai kemungkinan meningkat hingga 3% sangat terbatas.
Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk. Raden Pardede mengatakan, untuk saat ini, NPL perbankan masih bisa ditekan di bawah level 3%. Namun menurutnya, risiko-risiko yang akan menyebabkan peningkatan NPL mulai terlihat.
"Untuk ukuran global, NPL [industri perbankan] di bawah 3% relatif rendah, cuma ada risiko-risiko di mana LaR dan special mentions yang mulai direstrukturisasi, dan sektor-sektor yang mulai batuk-batu juga sudah ada," katanya.
Raden menilai, jika kondisi pertumbuhan ekonomi semakin melambat dan merosot, maka akan sangat berbahaya terhadap NPL secara industri. Oleh karenanya, imbuh Raden, harus ada stimulus dari regulator agar kondisi ekonomi Indonesia jangan sampai melemah.
Sementara itu, di sisi bank, harus mulai melakukan antisipasi awal dengan melakukan restrukturisasi sektor-sektor yang dinilai berpotensi menjadi kredit macet.
"Harus diantisipasi, diperbaiki lebih awal, dimitigasi risikonya, jangan nanti karena lebih baik sedia payung sebelum hujan," tutur Raden.
Lebih lanjut, dia memproyeksikan masih akan terjadi kenaikan rasio NPL hingga akhir tahun, khususnya pada kredit yang tergolong special mention.
"Akan tetapi, NPl masih bisa dikurangi kalau bank menyiapkan provisi, jadi dia akan makan CAR, margin turun. Itu harus dilakukan di dalam situasi yang melambat saat ini," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
Bryan Adams merilis How’s It Goin’, album yang mengangkat sejarah Kanada sekaligus menyindir kebijakan Donald Trump terhadap negaranya.
CFMoto 125SC-S 2027 debut di EICMA 2026 dengan mesin 124,95 cc, ABS, traction control, layar TFT, dan bagasi 30 liter.
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.
AC Milan kalah 0-2 dari Ferencváros di Liga Europa. Ruben Amorim mengakui timnya belum siap menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
AS Monaco mengalahkan Nordsjælland 2-0 di Liga Konferensi. Gol Detourbet dan Abline menjaga catatan sempurna tim asuhan Filipe Luís.