ESDM Terkejut Kabar Kenaikan Gas Melon Bisa Terekspos

Newswire
Newswire Selasa, 28 Januari 2020 02:57 WIB
ESDM Terkejut Kabar Kenaikan Gas Melon Bisa Terekspos

Sejumlah warga mengantre untuk membeli elpiji tiga kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dusun Ambarukmo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, belum lama ini.Harian Jogja-Irwan A.Syambudi

Harianjogja.com, JAKARTA - Kenaikan harga Elpiji 3 kg menjadi pembahasan seru dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. 

Terkait kenaikan harga, Arifin mengatakan, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi mengenai kenaikan harga Elpiji 3 kg.

"Kami ingin merespons Elpiji, sebetulnya tidak ada pernyataan resmi dari kementerian mengenai elpiji tiga kilogram. Ini kita juga sempat terkejut kenapa ini bisa terekspos," katanya di Komisi VII DPR Jakarta, Senin (27/1/2020).

Arifin menjelaskan, yang ada ialah pemerintah tengah mencari skema agar subsidi tepat sasaran. Dia mengatakan, tengah mengkaji sistem yang tepat.

"Saya sampaikan waktu itu dengan media waktu kami ada presentasi, memang belum ada, yang ada memang kita seperti yang direkomendasikan dahulu bahwa kita sedang mengkaji sistem mana yang tepat diimplementasikan untuk mencegah perembesan alokasi subsidi yang tidak berhak," jelasnya.

Dalam skema itu, pihaknya akan melibatkan banyak pemangku kepentingan karena berkaitan dengan data masyarakat. Kemudian, untuk aplikasinya akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Walaupun sudah ada memang harus ada sosialisasi dulu, karena banyak masyarakat yang belum paham kalau seandainya diterapkan pola harga sama diberikan bantuan langsung tunai melalui kartu, atau alternatif lainnya," jelasnya.

Hal itu pun langsung disanggah Anggota DPR Komisi VII Fraksi Golkar Gandung Pardiman. Gandung pun mempertanyakan adanya statement kenaikan harga Elpiji.

"Jadi bapak selama ini tidak merasa mengungkapkan seperti yang ditangkap masyarakat? Kalau tidak merasa mengapa bapak meralat juga? Yang bener saja, jangan leda-lede yang tidak waras di sini," katanya.

"Saya ingin menjelaskan pertanyaan di sini mengenai isu kenaikan harga Elpiji mungkin itu pak," timpal Arifin.

Gandung pun bertanya siapa yang memberi statement itu. Kembali, Arifin mengatakan, tidak ada yang memberikan pernyataan kenaikan Elpiji 3 kg.

"Mungkin ada yang terlontar dari kementerian tapi itu sudah kita anulir," ujar Arifin.

"Jadi ada yang komentar dari kementerian, siapa itu? Atau bener disinyalir Pak Nasir eselon di bawah bapak komentar menjerumuskan menterinya," ujar Gandung.

Arifin pun meminta maaf atas adanya isu tersebut, begitu juga dengan dampaknya.

"Atas nama kementerian kalau ada isu yang demikian tadi kita nyatakan tidak ada dan saya sebagai pimpinan mohon maaf kalau ada dispute yang begitu besar dampaknya," ujarnya.

Anggota Komisi VII Fraksi Gerinda Kardaya Warnika pun ikut berkomentar. Dia mengatakan, berdasarkan berita dari media memang tidak ada pencabutan subsidi. Namun, yang membuat ramai di masyarakat ialah harga elpiji 3kg menjadi Rp 35 ribu. Ia pun kemudian meminta agar kebijakan yang belum matang tidak disampaikan ke publik.

"Memang betul tidak ada kata-kata mencabut subsidi tapi akan diganti subsidi tertutup yang mengakibatkan harga jual menjadi Rp 35.000 dan diterapkan semester 2. Kami tidak ada masalah dengan itu, tapi kita kalau belum matang jangan disampaikan dulu," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Detik.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online