Pelaku Usaha Harap Subsidi Gas Melon Dipertahankan

Pelaku Usaha Harap Subsidi Gas Melon DipertahankanSejumlah warga mengantre untuk membeli elpiji tiga kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dusun Ambarukmo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, belum lama ini.Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
22 Januari 2020 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kabar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi LPG tiga kilogram (kg) dan mengganti skema subsidi, yakni tidak lagi diberikan per tabung, tetapi langsung ke penerima manfaat meresahkan pelaku usaha.

“Kalau di Malioboro variatif yang menggunakan LPG tiga kg dan 12 kg. Namun, menurut kami pencabutan subsidi yang tiga kg jangan dulu lah,” kata Ketua Kuliner Lesehan Malioboro, Sukidi, Selasa (21/1).

Sukidi mengatakan kurang setujunya dengan kebijakan itu karena pedagang ada kekhawatiran pedagang lesehan tidak akan mendapat jatah tersbeut, jika terjadi perubahan skema. Termasuk masih sebagian PKL di Malioboro yang menggunakan LPG tiga kg. “Apalagi kalau siang, hampir semua pakai yang tigakg,” ucapnya.

Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) pada Sabtu (18/1), pemerintah masih membutuhkan kajian terkait identifikasi penerima manfaat dan besaran nominal uang dalam rencana penerapan subsidi tertutup gas minyak cair atau LPG tiga kg.

Presiden Joko Widodo menyatakan belum ada kepastian angka terkait rencana pemberlakuan subsidi tertutup LPG tiga kg. “Belum. Itu harus lewat rapat terbatas [kenaikannya]. Belum, belum sampai di ratas [rapat terbatas]. Nanti kalau sudah di ratas akan disampaikan angka-angka, baru saya memutuskan,” jelasnya.

Padahal sebelumnya, pemerintah memberi sinyal memberlakukan subsidi tertutup LPG tiga kg langsung ke masyarakat dilakukan pada semester II/2020. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengaku masih mengidentifikasi penerima manfaat subsidi tertutup LPG tiga kg guna menghindari kebocoran yang selama ini kerap terjadi dalam penyaluran gas tabung melon tersebut.

Arifin mengatakan ke depannya implementasi subsidi LPG tiga kg akan lebih ketat dengan adanya pendataan. “Akan terintegrasi dan [penerima subsidi] akan terdaftar. Jadi bisa teridentifikasi dan mencegah adanya kebocoran,” katanya.