Karhutla Landa Lima Kawasan Gunung di Jawa Timur, Api Belum Padam
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, DENPASAR—Dalam Webinar Update Industri Pariwisata MarkPlus Tourism dijelaskan, pasca-pandemi Covid-19 akan muncul revenge tourism atau aksi balas dendam para turis setelah sekian lama berada di rumah.
Founder & Chairman MarkPlus Tourism Hermawan Kartajaya mengatakan pelaku pariwisata harus bisa memanfaatkan kondisi ini dan mempersiapan mulai dari sekarang. "Ada dua hal bisa dilakukan, yaitu surviving dan preparing," katanya, dalam webinar bertajuk Covid-19 Crisis in Tourism, yang digelar oleh MarkPlus Tourism melalui aplikasi Zoom, Senin (6/4/2020).
Untuk saat ini, sambungnya, pelaku industri pariwisata harus bertahan dan menjaga cashflow, manfaatkan pemasukan yang masih ada, sambil mempersiapkan bisnis setelah Covid-19 selesai.
Hermawan mencontohkan beberapa destinasi pariwisata tetap promosi dengan pesan berbeda dari biasanya. Mereka harus berpesan masyarakat untuk di rumah dulu, setelah itu ada pesan lagi kalau mereka menunggu turis untuk kembali lagi. "Melalui pesan yang disampaikan tersebut, secara relevan menunjukan kalau destinasi tersebut sudah siap pasca-Covid-19," tambahnya.
Dia menegaskan sekarang memang saatnya untuk merancang rencana matang agar bisa memaksimalkan turis dan pemasukan ketika masa revenge tourism. "Bagi destinasi yang kurang populer bisa dipersiapkan dari sekarang sehingga lebih populer lagi dan ramai kunjungan," tegasnya.
Di sisi lain, Hermawan meminta kepada pelaku pariwisata untuk meningkatkan kualitasnya karena diprediksi kebiasaan turis pasca-Covid-19 akan berubah. Mereka diprediksi menuntut destinasi yang lebih berkualitas. "Mereka akan lebih peduli kepada daerah yang bisa mengakomodasi safety, healthy, dan sustainability," imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut, pelaku pariwisata harus mempersiapkan faktor alam, kebudayaan, dan ekonomi setempat untuk dimaksimalkan. "Jadi selain devisa masuk, mereka mau membayar lebih karena ada value atau nilai lebih didapat. Itulah quality tourism," sambung Hermawan lagi.
Sementara itu, Hermawan melihat tren turis China akan kembali dirindukan. Pasalnya sebelum Covid-19 mereka jalan-jalan ke banyak tempat. "Sekarang banyak destinasi kehilangan turis China karena selain kuantitas, spending mereka cukup baik," katanya.
Tak Jauh
Namun revenge tourism ini juga tidak serta merta membawa turis pergi jauh. Setidaknya turis akan pergi ke destinasi terdekat dahulu. Dia mencontohkan seperti turis China diprediksi akan mulai membanjiri Korea Selatan karena kedekatan geografis mereka.
"Staycation akan sangat populer karena masyarakat akan menjajal daerah-daerah terdekat untuk dinikmati. Pemain hotel sudah bisa bersiap dari sekarang," tegasnya
Terakhir, Dia berharap para pelaku pariwisata juga memiliki forecast atau prediksi kapan Covid-19 ini berakhir. Walau sulit, setidaknya pelaku usaha memiliki timeline untuk bersiap lagi pasca-Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Karhutla melanda lima kawasan gunung di Jawa Timur sejak 16 Oktober 2026. Tim gabungan melakukan pemadaman manual dan pemantauan titik api.
BI mewaspadai dampak El Niño terhadap inflasi pangan yang mencapai 5,03% pada September 2026. Beras, cabai, dan bawang merah menjadi perhatian.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
TNI AU menguji pendaratan dan lepas landas dua F-16 serta dua Super Tucano di Tol Paspro untuk menyiapkan landasan alternatif operasi udara.
Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan menghapus unsur kerugian negara. Simak cakupan pidana dalam UNCAC.
Pemerintah menanggung 100% PPN tiket pesawat ekonomi domestik untuk Nataru 2026/2027. Simak periode berlaku dan simulasi diskonnya.