Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, DENPASAR—Dalam Webinar Update Industri Pariwisata MarkPlus Tourism dijelaskan, pasca-pandemi Covid-19 akan muncul revenge tourism atau aksi balas dendam para turis setelah sekian lama berada di rumah.
Founder & Chairman MarkPlus Tourism Hermawan Kartajaya mengatakan pelaku pariwisata harus bisa memanfaatkan kondisi ini dan mempersiapan mulai dari sekarang. "Ada dua hal bisa dilakukan, yaitu surviving dan preparing," katanya, dalam webinar bertajuk Covid-19 Crisis in Tourism, yang digelar oleh MarkPlus Tourism melalui aplikasi Zoom, Senin (6/4/2020).
Untuk saat ini, sambungnya, pelaku industri pariwisata harus bertahan dan menjaga cashflow, manfaatkan pemasukan yang masih ada, sambil mempersiapkan bisnis setelah Covid-19 selesai.
Hermawan mencontohkan beberapa destinasi pariwisata tetap promosi dengan pesan berbeda dari biasanya. Mereka harus berpesan masyarakat untuk di rumah dulu, setelah itu ada pesan lagi kalau mereka menunggu turis untuk kembali lagi. "Melalui pesan yang disampaikan tersebut, secara relevan menunjukan kalau destinasi tersebut sudah siap pasca-Covid-19," tambahnya.
Dia menegaskan sekarang memang saatnya untuk merancang rencana matang agar bisa memaksimalkan turis dan pemasukan ketika masa revenge tourism. "Bagi destinasi yang kurang populer bisa dipersiapkan dari sekarang sehingga lebih populer lagi dan ramai kunjungan," tegasnya.
Di sisi lain, Hermawan meminta kepada pelaku pariwisata untuk meningkatkan kualitasnya karena diprediksi kebiasaan turis pasca-Covid-19 akan berubah. Mereka diprediksi menuntut destinasi yang lebih berkualitas. "Mereka akan lebih peduli kepada daerah yang bisa mengakomodasi safety, healthy, dan sustainability," imbuhnya.
Melihat kondisi tersebut, pelaku pariwisata harus mempersiapkan faktor alam, kebudayaan, dan ekonomi setempat untuk dimaksimalkan. "Jadi selain devisa masuk, mereka mau membayar lebih karena ada value atau nilai lebih didapat. Itulah quality tourism," sambung Hermawan lagi.
Sementara itu, Hermawan melihat tren turis China akan kembali dirindukan. Pasalnya sebelum Covid-19 mereka jalan-jalan ke banyak tempat. "Sekarang banyak destinasi kehilangan turis China karena selain kuantitas, spending mereka cukup baik," katanya.
Tak Jauh
Namun revenge tourism ini juga tidak serta merta membawa turis pergi jauh. Setidaknya turis akan pergi ke destinasi terdekat dahulu. Dia mencontohkan seperti turis China diprediksi akan mulai membanjiri Korea Selatan karena kedekatan geografis mereka.
"Staycation akan sangat populer karena masyarakat akan menjajal daerah-daerah terdekat untuk dinikmati. Pemain hotel sudah bisa bersiap dari sekarang," tegasnya
Terakhir, Dia berharap para pelaku pariwisata juga memiliki forecast atau prediksi kapan Covid-19 ini berakhir. Walau sulit, setidaknya pelaku usaha memiliki timeline untuk bersiap lagi pasca-Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 10 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Ramalan zodiak Senin 10 Agustus 2026. Simak prediksi karier, keuangan, asmara, dan kesehatan Aries hingga Pisces yang dipengaruhi energi Merkurius di Leo dan Bu
PSSI segera melakukan evaluasi total setelah Timnas Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF 2026 usai ditahan Singapura 1-1.
adwal KA Bandara YIA Senin 10 Agustus 2026 tersedia dari dini hari hingga malam. Cek jam keberangkatan YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 10 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.