PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Pengurus Yayasan Panti Asuhan Darunnajah Kalongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman menerima bantuan dari RFB Jogja di sela peringatan Ultah ke-2 RFB Jogja, Minggu (9/8/2020)./Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Dalam waktu lima tahun ke depan, potensi bisnis pialang secara industri di Jogja diperkirakan tumbuh hingga 20%. Hal ini tidak terlepas dari terus meningkatnya volume transaksi dan jumlah nasabah di Jogja.
Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Jogja Dewi Diananingrum mengatakan pertumbuhan nasabah baru dalam investasi berjangka dikarenakan masyarakat saat ini telah memiliki perspektif baru menilai investasi ini aman dan menguntungkan. Untuk itu, pihaknya tengah menyiapkan tim sales force di atas 500 orang, infrastruktur yang kuat dan edukasi yang luas baik melalui pemberitaan di media maupun soscial media.
"Tingkat kepercayaan masyarakat ini bisa dikatakan mulai meningkat terutama terhadap PT RFB, karena memang terbukti aman sehingga RFB pun mampu meningkatkan jumlah transaksi dan pertumbuhan nasabah baru khususnya di Jogja," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (9/8/2020).
Dijelaskan Dewi, selama pandemi Covid-19, perusahaan pialang berjangka termasuk RFB Jogja tetap tumbuh. Hingga semester I, dari total volume transaksi pertumbuhan RFB Jogja tercatat sebesar 85,24% atau menjadi 45.650 lot. Adapun untuk nasabah baru selama enam bulan pertama tahun ini, RFB Jogja mencatat jumlah nasabah baru. "Ada peningkatan jumlah nasabah baru 137 nasabah atau tumbuh 24,55 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu," katanya.
Menurut Dewi, ada tiga prinsip yang selalu dikedepankan oleh tim marketing RFB Jogja yaitu menjaga kepercayaan, memancarkan integritas dan memelihara hubungan yang baik. Tiga hal ini menjadi identitas setiap individu di RFB Jogja. "Ke depan, RFB Jogja memiliki target untuk menjadi perusahaan pialang terbesar, tidak hanya di DIY melainkan juga di Jawa Tengah dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 17 persen," katanya.
Sebagai rasa syukur atas capaian tersebut, RFB Jogja merayakan ulang tahun yang ke-2 dengan serangkaian kegiatan. Mulai perlombaan di lingkungan karyawan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan pemberian donasi ke beberapa panti asuhan, di antaranya Yayasan PA Darunnajah Maguwoharjo dan Yayasan PA Al-Islam Caturtunggal.
"Kami berharap kehadiran RFB di kota pelajar ini dapat berkontribusi dalam memajukan perekonomian lewat perekrutan sumber daya manusia yang dilakukan secara kontinyu," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.