Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Tangkapan layar aktivitas salah seorang anak saat digelarnya Signature Program Olifant Preschool "I Can Do Them by My Self!, belum lama ini./Istimewa-Olifant School
Harianjogja.com, JOGJA—Tantangan yang dihadapi setiap orang tua untuk mendampingi anak yang masih dalam tahap perkembangan usia dini adalah soal kemandirian. Kebanyakan orang tua kesulitan mengajarkan kemandirian kepada anak yang masih usia dini.
Head of Creative and Program Development Mariana Hastuti mengatakan pada Oktober, Olifant Preschool menyelenggarakan kegiatan bertajuk Signature Program Olifant Preschool “I Can Do Them by Myself!. Kegiatan itu diikuti oleh semua level kelas di Olifant Preschool, mulai dari kelas Red usia dua tahun hingga kelas KG B.
“Kegiatan ini dirancang untuk menstimulasi perkembangan keterampilan anak dalam melakukan self-help skills dalam kegiatan sehari-hari berdasarkan road map Daily Routine Independency,” ucap dia melalui siaran pers yang diterima Harian Jogja, Rabu (21/10).
Melalui stimulasi dan pengembangan self-help skills, imbuh dia, anak-anak akan belajar melatih kemandirian dalam melakukan tugas kegiatan sehari-hari sesuai dengan tahap perkembangannya. “Self-help skills yang dipelajari melalui IOLC [Interactive Online Learning Class], dibagi dalam beberapa learning corner. Pertama, I Can Brush My Teeth dan Hello, Can You Wash Your Hands? Yes I Can!,” ucap dia.
Dalam learning corner tersebut, anak-anak belajar tentang keterampilan berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan. Mereka belajar dan membiasakan diri untuk cuci tangan dan menggosok gigi dengan cara yang benar.
Kedua, berkaitan dengan keterampilan dalam menggunakan pakaian secara mandiri melalui kegiatan Button-up My Shirt, I can Wear My T-shirt, Shot on. Dalam learning corner ini, anak-anak mempelajari keterampilan dasar yang diperlukan pada saat mereka belajar memakai baju sendiri. “Misalnya bagaimana memakai celana/rok sendiri, belajar untuk menggunakan dan melepas kaos sendiri, belajar untuk membuka resleting, hingga belajar membuka dan memasang kancing,” kata Mariana.
Sementara yang ketiga, learning corner tentang Let’s Get Tidy. Dalam learning corner ini, anak-anak belajar merapikan dan menyisir rambut, serta melipat handuk.
Selain mengembangkan self-help skills, anak-anak juga mendapatkan stimulasi motorik halus, motorik kasar melalui tarian, dan juga yang tidak kalah penting adalah ilmu sains sederhana berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
“Program yang merupakan bagian 24 Hour Learning Program ini dapat diulang kembali oleh anak-anak dengan pendampingan orang tua dengan video instruksi dan pengarahan yang sudah disediakan oleh guru.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.