Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Tangkapan layar aktivitas umbrella activities yang digelar Olifant School, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu kelebihan metode pembelajaran di Olifant School adalah memberikan stimulasi berimbang dari semua aspek perkembangan melalui pengalaman langsung kepada anak.
Umbrella activities merupakan salah satu signature program atau program khas Olifant School yang disusun berupa pengajaran menyenangkan dan aplikatif untuk anak dengan tema tertentu.
Academic Vice Principal of Olifant Preschool (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum) Olifant Preschool, Kinanti Paramesti menjelaskan disebut sebagai umbrella activities karena kegiatan ini memayungi beberapa bidang ilmu atau perkembangan untuk memberikan stimulasi interdisipliner ilmu sejak dini. Dengan begitu diharapkan pada saat dewasa anak–anak sudah lebih dapat mengembangkan pola pikir yang lebih holistik dalam berbagai bidang.
“Umbrella activities yang diadakan oleh Olifant Preschool kali ini mengambil tema Rhythmical Music. Berbagai kegiatan menarik bertema musik menjadi sebuah rangkaian yang diakhiri dengan sebuah pembuatan project video mini concert,” ucap Kinanti, Rabu (14/10/2020).
Rangkaian Rhythmical Music dimulai dari pengenalan berbagai alat musik tradisional seperti angklung dan jimbe, hingga alat musik modern seperti drum dan piano. Selain itu, melalui kegiatan pembelajaran melalui Interactive Online Learning Class juga mengemas kegiatan seperti mini quiz menebak suara-suara alat music serta membuat berbagai karya seni bertema musik.
Keterampilan dan pengetahuan lainnya yang dipelajari anak–anak dalam kegiatan ini adalah belajar beat atau ketukan, di mana hal ini menjadi salah satu dasar keterampilan yang akan dikompilasikan dalam video mini concert Rhythmical Music.
Hal yang menarik dari kegiatan ini, kata dia, adalah mereka belajar untuk mengikuti ketukan dari lagu yang ada dengan menggunakan berbagai peralatan yang ada di rumah, sesuai dengan kreativitas mereka. Anak–anak belajar bahwa berbagai benda sehari–hari jika dapat dikreasikan akan menghasilkan harmonisasi yang menarik untuk dinikmati.
Melalui rangkaian kegiatan umbrella activities ini anak–anak mendapatkan stimulasi aspek kreativitas dan seni, aspek seperti kognitif, bahasa dan motorik anak. Mereka juga mengembangkan daya konsentrasi salah satunya dengan cara menghitung dan menyebutkan ketukan yang dimainkan, serta menggerakkan benda-benda untuk menimbulkan suara ketukan. Latihan koordinasi mata, tangan dan telinga juga merupakan stimulasi lain yang didapatkan anak–anak dari kegiatan ini. Dengan latihan berulang, anak-anak akhirnya dapat mengenal dan mempelajari berbagai jenis ketukan yang berbeda.
“Video mini concert Rhythmical Music akan diunggah juga dalam platform media sosial sekolah untuk menumbuhkan kebanggaan bagi anak–anak atas proses hasil belajarnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.