Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Pemanfaatan QUAT BPD DIY untuk sedekah di Masjid Ar Rahman, Trihanggo, Gamping, Sleman. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Bank BPD DIY menjawab perkembangan zaman, dengan QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT). Pengembangan teknologi digital yang dilakukan BPD DIY ini membantu mulai dari tumbuhnya perekonomian, hingga kemudahan bersedekah.
QRIS sendiri merupakan Standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. Dengan adanya QRIS ini transaksi lebih mudah, cepat, efisien dan terjaga keamanannya cukup satu QRIS standar untuk semua pembayaran.
QUAT dari BPD DIY yang merupakan aplikasi QRIS Merchant yang disediakan BPD DIY untuk transaksi non tunai merchant (UMKM), juga memiliki banyak keunggulan, mulai dari transaksi real time, dana langsung masuk ke rekening, UMKM punya catatan penjualan atau omzet, kemudahan dalam pengajuan kredit. Keunggulan lainnya tanpa biaya administrasi, pendaftaran mudah, praktis digunakan, serta dapat bertransaksi untuk semua penyedia jasa.
BACA JUGA : QRIS BPD DIY, Sarana Pembayaran Digitalnya Jogja
Berkontribusi Pengembangan Pasar Prawirotaman Lebih Modern
Digitalisasi pemanfaatan QUAT BPD DIY salah satunya diterapkan di Pasar Prawirotaman yang belum lama ini diresmikan, dan digadang-gadang tidak hanya menjadi pasar biasa, tapi juga tujuan wisata. Pasar yang memadukan unsur tradisional dan modern tersebut didorong penggunaan transaksi non tunai.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan Pasar Prawirotaman menjadi bangunan modern empat lantai, dimana lantai empatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif. “Kami bangun sebuah pasar rakyat yang sehat dan modern tanpa meninggalkan identitas kelokalan dan tradisi budaya Jogja. Selain sebagaimana layaknya sebuah pasar. Pasar Prawirotaman juga menyediakan fasilitas bagi pelaku ekonomi kreatif seperti co-working space, studio musik dan foto, serta mezzanine sebagai spot berimajinasi sambil menikmati keindahan sunset Kota Jogja,” ucap Haryadi.
Dia mengatakan untuk transaksi di Pasar ini menggunakan non tunai yang dikembangkan bersama BPD DIY. Baginya pengembangan ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena Pasar Prawirotaman akan menjadi pasar tradisional pertama yang mengedepankan transaksi digital.
Sambutan baik penggunaan QUAT BPD DIY di Pasar Prawirotaman ini juga diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan kerja sama dengan BPD DIY ini membantu memudahkan transaksi. Diketahui juga di tengah pandemi Covid-19, transaksi non tunai memang lebih digencarkan. “Kerja sama sangat baik dengan BPD DIY, kami selama ini juga banyak bekerjas ama,” ucap Yunianto.
Dukung UMKM
QRIS QUAT juga dimanfaatkan oleh Starcross, Distro yang menjual produk mulai kaos, kemeja, celana, dan produk fesyen lainnya. Store Starcross diketahui tidak hanya di Jogja, namun juga sudah ada di sejumlah kota lain seperti Jakarta, Purwokerto, Malang, Makassar dan sejumlah Kota/Kabupaten lainnya di Indonesia.
BACA JUGA : Bank BPD DIY Luncurkan Inovasi dan Program Layanan
Owner Starcross, Weimpy Adhari mengatakan meski belum lama bekerja sama dengan BPD DIY, namun Ia meyakini pengembangan ke arah digital yang dilakukan BPD DIY akan besar potensinya kedepan. "Bakal jadi peluang besar dan produk yang bagus BPD DIY sebagai bank nya masyarakat DIY. Memang perlu didorong kedepannya, agar market lebih luas, tapi yang jelas sudah langkah yang bagus,” ucap Weimpy.
Menurutnya QUAT BPD DIY ini membantu pembeli dalam melakukan transaksi pembayaran, karena mudah dalam penggunaannya. Terlebih saat ini market behaviour telah berubah ke digital, banyak masyarakat utamanya anak muda yang menggunakan pembayaran non tunai.
Weimpy juga berharap dapat terus bekerja sama dengan BPD DIY, dan mendukung UMKM. “Saat ini BPD DIY kan juga punya tagline Bersama Bangkitkan Jogja, harapannya benar-benar membangkitkan UMKM utamanya. Banyak produk dan kolaborasi yang dapat dilakukan untuk mendukung pelaku industri,” ujarnya.
QUAT BPD DIY Mudahkan Bersedekah
QUAT BPD DIY tidak hanya memudahkan dalam transaksi jual beli, namun juga memberi kemudahan ketika orang akan bersedekah. Hal tersebut juga didukung Koperasi Takmir Masjid (Kotamas) DIY, yang merupakan gerakan ekonomi berjamaah untuk membantu takmir masjid dalam memakmurkan masjidnya dan mensejahterakan jamaahnya.
Ketua Pengurus Koperasi Kotamas, Jumarodin mengatakan sedekah dengan sistem daring tersebut akan memberi berbagai kemudahan, baik orang yang akan bersedekah atau takmir yang mengelola.
“Akan memberi kemudahan infaq sedekah, takmir mantau lewat smartphonenya. Jadi ada kegiatan penggunaan akan dilaporkan online. Kami mendukung digitalisasi masjid yang dilakukan BPD DIY,” ujarnya.
Jumarodin juga mengatakan kedepan dengan masih adanya pandemi Covid-19 ini kegiatan pengajian daring dapat diselenggarakan sejalan juga dengan program BPD DIY yang memberikan fasilitas sedekah secara digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.