Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Aktivitas PT SBI. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA– PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) hari ini melaporkan kinerja keuangannya untuk periode kuartal pertama tahun 2021 dengan ringkasan perbandingan (tidak diaudit) sebagai berikut:
| *dalam miliar rupiah kecuali volume penjualan | 31 Maret 2021 | 31 Maret 2020 | % |
| Volume penjualan semen, terak, dan ekspor (juta ton) | 3.155 | 2.843 | 10,97 |
| Pendapatan | 2.562 | 2.463 | 4,02 |
| Laba Kotor | 657 | 666 | (1,35) |
| EBITDA | 561 | 399 | 40,60 |
| Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan | 349 | 296 | 17,90 |
| Laba Periode Berjalan | 156 | 68 | 129,41 |
Secara umum, setelah satu tahun melalui proses adaptasi menghadapi pandemi Covid-19, dunia usaha mulai menampakkan geliat pergerakan kinerja di kuartal I/2021. Meski masih tergolong mengalami perlambatan, pasar semen tergerak oleh membaiknya konsumsi sektor ritel dan ekspor, khususnya di bulan Maret 2021. Hal ini tercermin pada pertumbuhan angka konsumsi pasar semen domestik di kuartal I/2021, yang naik 1,72% atau menjadi 14,8 juta ton. Pasar ekspor mengalami peningkatan signifikan sebesar 135,49% atau menjadi 3,3 juta ton.
Pergerakan tersebut juga tercermin pada kinerja SBI di kuartal I/2021 dengan peningkatan volume penjualan semen dan terak sebesar 10,96%, atau menjadi 3,2 juta ton jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 2,8 juta ton. Volume penjualan semen dan terak domestik naik 4,75%, dan volume penjualan ekspor naik 64,01% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.
Fokus SBI pada sinergi dengan SIG, membantu mempertahankan kinerja prima meski pasar semen pada kuartal pertama terdampak musim hujan dan pandemi yang masih berlanjut. Peningkatan volume penjualan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan menjadi sebesar Rp2,56 triliun atau naik 4,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat Rp2,46 triliun. Laba kotor turun tipis -1,35% menjadi Rp657 miliar, yang disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata per ton ekspor yang sedikit tertekan karena dampak pandemi global dan penguatan nilai Rupiah dibandingkan tahun 2020.
Program-program efisiensi dan sinergi yang dilakukan Perusahaan, berkontribusi signifikan pada peningkatan EBITDA menjadi Rp561 miliar atau meningkat 40,60% dibandingkan kuartal I/2020. Laba sebelum bunga dan pajak penghasilan meningkat 17,90% atau menjadi Rp349 miliar. Capaian ini membantu SBI mencatatkan laba bersih menjadi Rp156 miliar pada kuartal I/2021 ini atau naik 129,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ketahanan operasional kami pada masa-masa sulit seperti sekarang ini, dibangun dari kemampuan beradaptasi untuk menghadapi berbagai perubahan sehingga mencapai pertumbuhan yang kami harapkan. Kami akan terus fokus menghadirkan produk dan solusi inovatif untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pasar yang ada. Meski program vaksinasi sudah mulai berjalan, namun proses adaptasi dan tetap disiplin pada protokol kesehatan, tak mengenal kata henti. Kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia yang masih mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta semakin ketatnya persaingan, membuat SBI harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan,” tutur Aulia Mulki Oemar, Presiden Direktur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.