Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ilustrasi./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA — Tren event fesyen yang kembali bermunculan di Jogja dinilai akan mempercepat pemulihan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengatakan cakupan industri fesyen sangat luas. Industri fesyen tidak hanya berbicara tentang busana tetapi juga terkait dengan hal lain seperti rambut, kosmetik, dan atribut terkait penampilan seseorang lainnya. Masing-masing aspek itu, katanya bisa dikreasi atau dikemas dalam suatu event untuk dipertunjukkan kepada khalayak.
"Selama pandemi kemarin event-event untuk penyaluran kreativitas dan inovasi dari sektor fesyen itu sangat dibatasi, makanya setelah pandemi mereda, event fesyen ini kembali bermunculan," kata Mangkubumi di sela kegiatan hairshow bertajuk Sinergia Live Convention: Colorverse di Candi Prambanan, Selasa (6/9/2022).
BACA JUGA: Banyak Mahasiswa Baru di DIY, Sepeda Motor Jadi Tambah Laris dan Waktu Inden Lebih Lama
Pada event yang diikuti para pelaku usaha salon se Indonesia itu, Mangkubumi mengatakan bagi Jogja, gelaran fesyen erat kaitannya dengan pariwisata.
Banyaknya destinasi menarik bisa menjadi ruang-ruang yang representatif untuk eksplorasi dunia fashion lebih luas sekaligus mempromosikan destinasi itu sendiri.
"Fesyen bagian penting penggerak wisata, baik saat pandemi atau tidak, orang selalu terikat dengan fesyen, saat pandemi orang tetap butuh menata rambut, menata busana," ujar putri sulung Gubernur DIY Sri Sultan HB X itu.
Dengan gelaran fesyen, katanya mampu menggerakkan orang dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari referensi dan pengalaman baru secara langsung. Dengan demikian, maka pariwisata di DIY bisa bergerak dan banyak sektor termasuk fashion juga bergerak. Seperti gelaran hairshow Sinergia Live Convention.
CEO PT Sinergia Beautie Indonesia Shierly Nangoy mengatakan sebenarnya sudah beberapa kali mereka mengadakan event secara luring dengan membatasi peserta. Tahun ini mereka kembali membuka ruang yang besar menjalin keakraban dan persaudaraan melalui acara Sinergia Live Convention.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.