APBN untuk Utang Whoosh Rp1,2 Triliun, Menkeu Belum Tahu
Rencana APBN bayar utang Whoosh Rp1,2 triliun per tahun belum diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengemudi ojek online mengaku bakal tertarik untuk bergabung dengan layanan AirAsia Ride, layanan ride hailing pada superapp yang dikembangkan Capital A (awalnya AirAsia Group).
Beredar kabar bahwa AirAsia Ride sebagai calon pesaing Gojek, Grab, dan Maxim itu akan segera mengaspal juga di Indonesia.
Diketahui, AirAsia Super App menawarkan kepegawaian tetap kepada pengemudi yang ingin bergabung. Untuk itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menyambut positif jika hal tersebut terealisasi.
Menurut Igun, sistem kepegawaian tetap yang ditawarkan AirAsia Super App dapat menjadi daya tarik di tengah permintaan pengemudi ojek daring untuk diangkat sebagai pekerja, bukan sekadar mitra.
"Dengan masuknya AirAsia SuperApp dalam ekosistem bisnis digital transportasi di Indonesia dengan konsep berbeda dari aplikator yang sudah eksisting saat ini yang menerapkan sistem kemitraan lalu AirAsia SuperApp akan menerapkan konsep sistem kepegawaian tetap atau menjadi karyawan bagi para pengemudi ojek daringnya merupakan hal yang patut disambut secara positif," kata Igun, Minggu (25/9/2022).
BACA JUGA: YIA Diharapkan Jadi Motor Ekspor di DIY
Dia mengatakan bahwa pengemudi ojek daring sulit mendapatkan kesejahteraan apabila hanya berstatus mitra. Apabila ditetapkan sebagai pegawai, terang Igun, maka para pengemudi bisa mendapatkan hak-hak sebagai pekerja seperti tunjangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Asosiasi yakin sebagian pengemudi ojek daring dari perusahaan-perusahaan aplikator yang ada saat ini akan sangat antusias untuk bisa bergabung di perusahaan aplikasi AirAsia SuperApp. Yang akan menjadi fokus ketertarikan para pengemudi ojek daring pastinya pada penerapan adanya gaji pokok dan tunjangan sebagai pekerja," ujarnya.
Dalam waktu dekat, Igun berharap pihak AirAsia Super App bisa segera mensosialisasikan sistem bisnis mereka dan dapat berkomunikasi dengan asosiasi.
Adapun layanan AirAsia Ride tersebut saat ini baru beroperasi di Malaysia, belum meluncur di Indonesia. Mereka menawarkan iming-iming keuntungan bagi calon driver.
BACA JUGA: Pemerintah Buka Peluang Impor Kompor Listrik, Ini Dia Alasannya...
Berdasarkan laman resmi AirAsia driver, sejumlah manfaat yang didapatkan antara lain, biaya jasa aplikasi yang lebih rendah, yakni biaya komisi cuma 15 persen.
Selain itu, ada manfaat Allstar untuk menikmati fasilitas penerbangan, makanan, dan kursus. Terakhir, skema insentif yang lebih banyak usai driver mencapai tujuan mingguan.
AirAsia juga akan menawarkan gaji tetap bulanan untuk para driver ojol di Malaysia. Menurut laporan, besaran gaji yang ditawarkan mulai dari RM 3.000 per bulan atau setara Rp10 juta.
Dilansir dari Channel News Asia (CNA), AirAsia mengungkap rencana ekspansinya ke bisnis ride hailing yang bisa diakses melalui aplikasi ponsel. Salah satu destinasinya yakni Bali, yang merupakan destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pihak AirAsia Super App mengatakan tengah bersiap untuk merekrut pengemudi di Bali yang berorientasi terhadap pelayanan dan interaksi yang baik dengan wisatawan.
"DNA kami ada di bisnis perjalanan. Kami mengetahui bisni tersebut dengan baik, kami mengetahui perilaku wisatawan, kami tahu aspek-aspek ekosistem yang diharapkan oleh orang-orang saat melakukan perjalanan wisata," kata Country Head AirAsia Super App Delly Nugraha kepada CNA pekan lalu, Senin (12/9/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rencana APBN bayar utang Whoosh Rp1,2 triliun per tahun belum diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.