Ideologi Ekstrem Masuk Ruang Digital, Amir Mahmud Ingatkan Pentingnya Pancasila
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Founder dan CEO Kotakmedia Indonesia Azwar Anas./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Masa 12 tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah perusahaan rintisan atau startup yang bergerak di bidang digital branding. Namun berkat kegigihan, inovasi dan kreativitas manajemen di bawah komando Founder dan CEO Kotakmedia Indonesia Azwar Anas.
Kotakmedia Indonesia merupakan perusahaan di bidang creative digital agency yang fokus pada layanan teknologi informasi, digital marketing dan creative agency.
Sejak didirikan pada 10 April 2010 lalu, Kotakmedia Indonesia diisi oleh anak-anak muda yang kreatif. Mereka berasal dari beragam alumni perguruan tinggi swasta di Jogja dengan spesialisasi di bidang masing-masing.
Saat awal merintis, Kotakmedia Indonesia hanya digawangi tiga orang pengelola dengan layanan Web Development dan Computer Service.
Selang tiga tahun, tepatnya pada 2013 Kotakmedia Indonesia merambah Social Media Management. Setahun kemudian, startup ini menggandeng salah satu perusahaan fesyen di Jogja dengan mengembangkan e-commerce di bidang fesyen dan gaya hidup.
Penanaman jiwa muda dan kreatif, menjadi salah satu tolok ukur keefektifan kerja di Kotakmedia Indonesia. Pasalnya, mereka terbiasa berpikir secara out of the box.
BACA JUGA: Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Mulai 1 November
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, Kotakmedia Indonesia menggandeng Koneksi Space & Studio untuk menunjang berbagai kegiatan dengan mempunyai fasilitas yang cukup lengkap seperti studio foto, event space serta co-working dan area kantor yang nyaman.
Memasuki usia yang ke-12 tahun, Kotakmedia Indonesia pun menempati lokasi baru di Jalan Kaliurang Km. 9 dengan konsep open space sebagai ecosystem builder. "Ya konsistensi dan tanggungjawab dalam pekerjaan, itu menjadi kunci kami mampu bertahan sampai saat ini," kata Azwar kepada Harian Jogja, Senin (24/10/2022).
Jadikan Teman
Selama mengelola perusahaan tersebut, pria kelahiran Jepara pada 1986 itu tidak memiliki batasan dengan karyawan (timnya). Meski menjadi pucuk pimpinan di perusahaan tersebut, dia tetap menjadikan karyawannya sebagai teman.
Meski menerapkan kedisiplinan dan menekankan pada tanggungjawab, pendekatan untuk membangun dan menjalankan perusahaan bersama generasi milenial dan Gen Z tidak dilakukan secara kaku.
"Ya karena mereka [karyawan] merupakan generasi berbeda. Saya menerapkan pendekatan tidak keras, tidak kaku tetapi dengan manajemen yang fleksibel," kata alumnus Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) itu.
Selain itu, keterbukaan juga menjadi kunci dari bisnis ini untuk terus bisa berkembang. Blue print perusahaan, lanjut Anas disampaikan kepada para karyawan untuk memupuk semangat mereka dalam upaya meraih mimpi. "Sebuah perusahaan mesti memiliki blue print, bagaimana progres dan perkembangannya. Nah di sana ada harapan dan mimpi ke depan bersama untuk dapat diraih," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.
Pupuk Indonesia menyiapkan penyaluran pupuk subsidi melalui KDMP. Petani terdaftar cukup menunjukkan KTP dan menebus sesuai HET
PINSAR Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Jogja untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein ayam dan telur.
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.